BOLA MATA SEPERTI DITUSUK-TUSUKMendadak mata Anda terasa sakit, seperti ditusuki puluhan jarum. Hanya karena kemunculannya tidak lama dan bersifat sesekali, bukan berarti keluhan ini bisa Anda abaikan. Bisa jadi rasa sakit yang menyerang bola mata ini merupakan gejala serangan glaukoma, yang berisiko tinggi menyebabkan kebutaan. Apalagi jika Anda merasakannya secara terus-menerus, diikuti dengan mata merah dan rasa nyeri yang menjalar hingga ke kepala. Kemungkinan lainnya, rasa nyeri menusuk yang sangat tajam pada bola mata juga bisa disebabkan oleh virus herpes simplex. Sama-sama menimbulkan mata merah, dan biasanya disertai dengan air mata berlebih serta kotoran mata.
“Infeksi bola mata ini banyak jenisnya, maka tidak boleh sembarang menggunakan obat tetes mata. Terutama obat tetes mata golongan kortikosteroid yang dapat meningkatkan tekanan bola mata pada penderita glaukoma, juga tidak boleh diberikan kepada penderita akibat virus herpes simplex dan bola mata yang terluka,” jelas dokter dan penulis buku medis, dr. Handrawan Nadesul.
TEGANG LEHER
Ah, setelah dipijat nanti juga hilang, begitu pikir Anda. Padahal, rasa tegang yang Anda rasakan lebih dari sekadar capek dan tetap bertahan, meski telah mendapatkan terapi pijat. Tetapi, bisa jadi respons tubuh akibat aliran darah yang tidak lancar karena salurannya tersumbat oleh tumpukan kolesterol jahat (LDL) yang mengeras menjadi plak.
“Plaque atau tumpukan ‘karat lemak’ (atheroma atau atheroslcerosis) pada pembuluh darah arteri sering terjadi pada pembuluh arteri carotid batang leher. Ini dapat diketahui dengan pemeriksaan scanning pembuluh arteri batang leher,” jelas dr. Handrawan. Apabila pembuluh carotid batang leher yang tersumbat, sumbatan lemak yang luruh akan hanyut menuju otak. Ini yang menyebabkan stroke.
Ada pula jenis ketegangan batang leher yang bersifat dadakan, leher tak bisa ditekuk dengan menundukkan kepala, itu yang disebut kaku kuduk. Hati-hati, karena kaku kuduk adalah bagian dari gangguan yang biasanya menyertai radang selaput otak, radang otak, atau gangguan lain di otak.
Namun, kaku tegang pada batang leher yang biasanya sudah berlangsung lama lebih sering disebabkan oleh ketegangan jiwa atau dijuluki ‘tension headache’. Keluhan yang satu ini kerap menyerang pekerja kantoran. Kalau diraba, batang leher dan pundak terasa lebih keras dan kaku, tanda otot-otot di sekitar situ menegang akibat pikiran sedang tegang.
PERUT KEMBUNG
Benarkah keluhan ini semata-mata terjadi karena serangan masuk angin yang bisa hilang dengan olesan minyak angin atau seteguk obat herba cair? Rasa kembung, menurut dr. Handrawan, lebih sering disebabkan oleh masalah di lambung. Bisa karena adanya peradangan lambung atau gastritis yang terjadi apabila asam lambung berlebih, atau berkurangnya hormon pelindung lambung (gastrin).
Akibatnya, lapisan selaput lendir lambung terluka oleh asam lambungnya sendiri. Selain itu, bisa pula akibat makanan pedas, asam, atau terluka duri ikan, atau oleh kimiawi obat. Kondisi ini lazim dikenal dengan sebutan sakit maag. Rasa kembung juga bisa terjadi sebagai reaksi intoleransi laktosa atau yang lebih serius, seperti kanker usus besar. Kanker ini menutup jalan usus, menyebabkan terperangkapnya gas dalam usus, sehingga mengakibatkan kembung.(NAOMI JAYALAKSANA)


