Celebrity
Melawan Keterbatasan Fisik

4 Nov 2014

Membintangi beberapa film blockbuster, namanya langsung melejit dan disebut-sebut sebagai The Next Jennifer Lawrence.
Perhatian para jurnalis yang meliput Sundance Film Festival, di negara bagian Utah, Amerika Serikat, awal tahun lalu tertuju pada Shailene Diann Woodley (23). Ia mendekati  tiap mikrofon kamera yang disodorkan para reporter televisi. Ia bahkan memeluk  tiap orang yang mewawancarainya, walau ia tidak mengenal mereka. Tahun ini, Shailene memang sedang mencapai puncak ketenaran, berkat perannya sebagai Beatrice Prior dalam Divergent dan Hazel Grace Lancaster dalam The Fault in Our Stars.

Melawan Keterbatasan Fisik
Usianya baru menginjak tahun ke-4, ketika Shailene mulai membintangi iklan produk anak-anak. Dari situlah ia mulai berkenalan dengan dunia modeling dan akting. Ayahnya, Lonnie Woodley, seorang kepala sekolah, dan ibunya, Lori Woodley, sebagai konselor sekolah. Oleh karena itu, pendidikan merupakan hal terpenting  di keluarganya. Meski kedua orang tuanya bergelut di dunia pendidikan, Shailene didorong untuk membiasakan diri tampil di depan kamera. Ia belajar akting sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Saya dibesarkan dalam sebuah keluarga yang sangat terbuka. Orang tua saya memberi kebebasan. Namun, sebelum memutuskan sesuatu, saya meminta masukan dari orang tua,” katanya.
Kegagalannya untuk bermain di film I am Sam sempat membuatnya kecewa. Namun, atas dukungan dari ayahnya, ia pun mampu melawan kekesalannya. "Ayah saya berkata, ‘Kemarahan tidak boleh mengalahkan ambisimu. Suatu hari kamu akan mendapatkan peran yang lebih hebat dari Dakota,”’ katanya, mengenang kata-kata ayahnya.
Sayangnya, kehidupan keluarga Shailene tidak berjalan harmonis. Kedua orang tuanya bercerai saat ia berumur 15 tahun. Kesedihannya  makin bertambah ketika di usia itu pula ia didiagnosis menderita idiopathic scoliosis (kelainan pada rangka tubuh, berupa tulang belakang yang melengkung). Karena gerak fisiknya terbatas, ia tidak bebas melakukan semua aktivitas yang ia inginkan.
Namun, alumnus Simi Valley High School, Amerika Serikat, ini tak menyerah. Berkat alat penjepit yang dipasang di punggungnya selama dua tahun, tulang punggungnya pun kembali normal seperti bentuk seharusnya.
“Saya memakai penjepit itu hingga 18 jam sehari. Saya sempat minder dengan teman-teman karena saya terlihat bungkuk. Syukurlah, terapi itu dapat mengembalikan bentuk tulang punggung saya menjadi normal. Saya melawan  tiap rintangan yang menghalangi jalan saya untuk maju,” katanya.
Siapa sangka, Shailene yang kini terkenal ternyata  pernah berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski sudah berakting dalam serial The Secret Life of The American Teenager, untuk mengisi waktu luang ia juga bekerja di sebuah toko retail, American Apparel.
Aktris yang dikenal rendah hati dan ramah ini melakukan pekerjaan ganda tersebut hingga ia menerima peran di The Descendants. “Pekerjaan itu penting bagi saya. Saya sempat tidak mau mengundurkan diri,” katanya.
Wanita yang memiliki tinggi badan 1,73 m ini, kini telah menjadi bintang besar yang diidolakan banyak orang. Tak hanya kecantikan, paras rupawan, dan gaya busananya, kepribadian Shailene yang ramah dan menyenangkan mampu memikat para penggemarnya. Ia selalu menyunggingkan senyum manisnya ketika tampil di depan orang banyak.
Shailene memang tak pernah bercita-cita  menjadi bintang film, bahkan tersohor di seluruh penjuru dunia. Namun, semua itu ia lakukan dengan perjuangan. Baginya, segala sesuatu pasti terjadi dalam kehidupan  tiap orang, walau tidak sesuai dengan yang diharapkan.
“Jika kita mulai terjun di dalam satu bidang, maka kita akan terjebak dan tenggelam di dalamnya. Saya sepertinya juga sudah terjebak di dalam dunia peran. Tapi, saya merasa bahagia,” ungkapnya.  



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?