Celebrity
Melanie Subono, Di Bawah Bayang Ayah

7 Oct 2011

"Lepas dari bayang-bayang dan nama Papa? Ah, mengapa saya harus begitu? Hanya orang bodoh, jika ada fasilitas di depan mata, tapi tidak memakainya. Yang penting kan tidak disalahgunakan. Ini lebih baik daripada saya capek 'perang' terus dengan Papa. Lagi pula, saya orang Jawa. Percaya nggak percaya, bertengkar dengan orang tua, kualat hidupnya. Mau sampai wafat pun, nama saya tetap ada Subono-nya. Jadi, ya, sudahlah, dipakai saja.

"Di dunia musik saja kami sangat beda. Papa promotor musik, saya musikus dan penyanyi. Jadi, Papa tidak ada urusannya dengan saya. Tidak semua orang label rekaman pernah dengar nama Papa. Tapi, memang, kalau orang lain mesti repot ngasih demo musik lewat satpam, saya bisa ngasih langsung ke orang-orang yang urusannya menilai demo musik. Jadi, saya lewat prosedur yang sama, tapi ada potongan jalan.
Sebagai kru talent Java Musikindo, perusahaan Papa yang sudah aktif selama 17 tahun, keadaan sekarang menguntungkan. Sampai 5 tahun lalu, bila ada artis yang jadwal turnya di Asia sudah oke untuk setahun, Indonesia selalu tak masuk hitungan. Kini kita sudah jauh lebih dipercaya, sudah sering masuk option.

"Tapi, kita mesti hati-hati sekali. Seperti zaman warung tenda, semua orang bikin warung tenda. Nggak ada yang beli, karena orang semua bikin warung! Banyak pihak memanfaatkan momen konser ini dengan ikut jadi promotor. Ada yang kemarin cuma event organizer, begitu menangani konser, hal-hal mendetail tidak diurusin. Jadinya berantakan. Padahal, artis kecil dan besar, agensi di negerinya sama. Bisa saja, ada artis baru yang sedang tur promosi, agensinya sama dengan yang pegang Maroon 5. Makanya, tidak boleh ngaco ngurusnya."

Angela H. Wahyuningsih



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?