Baru saja lepas dari kesibukan
membuat replika menara Eiffel dari macaron untuk pembukaan The Peninsula
Hotel Paris, 1 Agustus 2014, chef Deden Putra menyisihkan sebagian
agenda liburannya di Jakarta untuk sebuah acara Meet and Greet di
galeri dapur De Dietrich, Kemang. Perjalanan karier inspiratif pria lulusan NHI Bandung itu membuktikan bahwa semua orang bisa melesat berkat kerja keras. “Sejauh pengalaman saya, industri tak ambil pusing dengan dari mana asal Anda. Isi curriculum vitae yang terpenting. Maka dari itu saya selalu mengejar pengalaman sedapur dengan pastry chef ternama. Dan satu yang perlu ditumbuhkan dari mental orang Indonesia adalah kepercayaan diri,” tegasnya.
Dalam acara inisiasi The Foodie Magazine dan De Dietrich Indonesia itu, media terbatas menikmati Pandan Yogurt Panna Cotta (berhias white chocolate crumble, gula melaka ganache, dan sorbet kelapa) dan Sea Salt Caramel Chocolate Tart (bersanding dengan passion fruit cremeux, chocolate caramel tuille, dan es krim aroma thyme). Rasa Indonesia yang muncul dalam teknik-teknik modern. Memukau walau Chef Deden mengaku jarang memiliki kesempatan bekerja dengan bahan tanah air karena faktor suplai.
Kini, target Executive Pastry Chef di Hotel The Peninsula New York (Fifth Avenue, Manhattan) itu adalah membuat buku pastry. Harapannya, ini buku perdana karya anak bangsa yang mampu terpajang di rak internasional, berdaya saing dengan karya penulis barat. (TN)


