Rekan kerja hobi sekali mengobral kekesalan di tempat kerja lewat media sosial. Jika ia jengkel kepada seseorang di kantor atau sebal kepada manajer, ia langsung marah-marah di timeline media sosial. Kita yang tidak tahu apa-apa tentang masalahnya, jadi kena malu juga dengan ulahnya. Sebab, dia mencantumkan nama kantor di media sosialnya. Seperti apa, ya, solusinya? Mungkin teman kita itu tidak pernah menyadari bahwa dari sekadar curhatan tersebut bisa menjadi bumerang buat semua dan juga bagi dia pribadi. Mungkin ada pentingnya jika pihak HRD menjadikan pelatihan personal branding sebagai salah satu mandatory training untuk seluruh karyawan. Misalnya, mengambil waktu di hari Jumat.
Dari pelatihan ini, karyawan bisa belajar menjaga perilaku di media sosial. Apa efeknya untuk image kita secara profesional, jika kita tidak mengelola dengan benar kata-kata yang kita bagikan di media sosial. Sebab, para headhunter masa kini juga mengamati aktivitas kita di media sosial. Salah langkah, kesempatan pengembangan karier menjadi mandek. (f)


