Beberapa organ dan bagian tubuh sangat membutuhkan glukosa. Bersama asam lemak dan protein, glukosa berperan menjaga struktur dan fungsi mereka dalam menjalankan tugasnya.
Di Otak
Glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak. Karenanya, keberadaan glukosa sangat berpengaruh pada proses psikologis. Bila kadar glukosa rendah, beberapa kondisi yang membutuhkan upaya mental maksimal, seperti pengambilan keputusan, berpikir logis, atau kontrol diri akan ikut terganggu. Dalam hal ini, glukosa merupakan sumber tenaga yang membantu kerja otak dan sistem saraf.
Di Hati
Hati melakukan beberapa kerja penting, seperti mengatur keseimbangan akumulasi nutrisi makanan yang masuk dan menetralkan zat-zat kimia yang kurang cocok untuk tubuh seperti alkohol. Sebelum mengubah zat-zat ini menjadi cadangan gula, hati bekerja menggunakan cadangan gula yang ada. Glukosa dalam hati kemudian berperan sebagai tim penyangga. Bila kadar gula dalam darah rendah, hati akan melepaskan gula agar kondisi tubuh stabil.
Di Pembuluh Darah
Kadar glukosa atau dikenal dengan kadar gula dalam darah haruslah tepat dan terkontrol. Kadar gula darah yang tak bisa terkontrol dalam darah biasanya berkaitan dengan gangguan diabetes. Kadar gula yang pas bukan hanya berkaitan dengan tersedianya sumber tenaga, tapi juga berperan pada pengaturan kadar hormonal. Terlalu rendah bisa membuat tubuh lemah, merasa lelah, sakit kepala, hingga perubahan mood yang drastis. Sebaliknya, terlalu tinggi bisa membuat Anda mengalami lonjakan energy, kemudian lonjakan turun lagi.
Di Otot
Glukosa tersimpan di otot dalam bentuk glikogen, yang bisa dipecah kembali menjadi glukosa saat otot berkontraksi dan membutuhkan energi. Tubuh bisa menyimpan 500 gram glikogen, atau hampir sama dengan 2.000 kalori di otot. Meski demikian, kalau Anda kekurangan makanan dalam sehari, cadangan ini bisa menipis drastis. Glukosa berperan membuat otot-otot bekerja dan membantu tubuh menggunakan lemak tubuh lebih efisien.


