Bagi Teuku Zacky (31) dan Ilmira Usmanova (25), pernikahan bukan hanya menjembatani berbagai perbedaan di antara pasangan lain bangsa ini. Mengikat janji setia juga memberi kesempatan sepanjang hayat bagi keduanya untuk makin mengenal sang belahan jiwa. Kehidupan baru mereka pun makin berwarna dengan hadirnya sepasang buah hati, Teuku Zio Zafiero Adam (3) dan Aishakyra Zara (1).
Setelah Lima Tahun
“Rasanya seperti baru kemarin. Tapi, kalau sudah melihat kedua anak kami, menyaksikan mereka tumbuh dan berkembang dengan sehat, barulah saya sadar, ternyata sudah lima tahun kami menikah,” ungkap pria berdarah Aceh ini.
Sejak awal saling mengenal hingga kemudian memutuskan menikah, Zacky dan Ilmira hanya butuh waktu tiga bulan. Sebelum mereka bertatap muka untuk pertama kalinya, Zacky sudah terpikat saat melihat foto-foto model asal Uzbekistan itu di halaman mode sebuah majalah. Ia pun berusaha memulai perkenalan lewat SMS, telepon, dan jejaring sosial.
Meski sempat menolak dengan alasan tak berniat menetap di Indonesia, Ilmira akhirnya luluh oleh keteguhan Zacky memperjuangkan cintanya. Pernikahan mereka pun dilangsungkan secara sederhana di Jakarta, 7 Desember 2008.
“Karena masa pacaran yang sangat singkat, kami melalui masa-masa pernikahan sambil pacaran,” cerita Ilmira. Kelahiran Zio, putra sulung mereka, pada Januari 2010, disusul si kecil Zara dua tahun kemudian, makin menyemarakkan hari-hari mereka.
Di mata wanita yang masih menggenggam kewarganegaraan Uzbekistan ini, pernikahan yang dijalaninya bersama Zacky bagaikan impian yang menjadi kenyataan. Hidupnya pun terasa makin lengkap, karena keinginannya untuk memiliki sepasang anak perempuan dan laki-laki terkabul. Padahal, saat masih lajang, ia sempat takut kesulitan mencari pasangan.
Dahulu, ia khawatir tinggi tubuhnya yang di atas rata-rata sejak kecil akan membuat pria merasa canggung, terutama bila mereka kalah jangkung. Ternyata, ia malah bertemu jodoh saat merantau demi berkarier sebagai model, sebuah pekerjaan di mana postur tubuh justru menjadi salah satu modal utama.
Menyusul keputusannya menikah dengan Zacky, Ilmira mantap memilih menetap di tanah air sang suami. Meski tantangan untuk menyesuaikan diri dengan perbedaan budaya harus ia hadapi sehari-hari, tak jadi soal bagi Ilmira, yang mengandalkan Zacky untuk membimbingnya beradaptasi. Wanita yang makin lancar berbahasa Indonesia ini pun berencana berpindah kewarganegaraan menjadi WNI dalam beberapa tahun ke depan.
Seiring berjalannya waktu, Zacky dan Ilmira makin tak terpisahkan. Perselisihan yang kadang-kadang terjadi, justru menjadi kesempatan bagi mereka untuk lebih mengenal satu sama lain. Kebiasaan-kebiasaan pasangan yang baru terungkap setelah menikah pun turut memelihara saling pengertian di antara keduanya, sekaligus memahami karakter satu sama lain. Ilmira sudah terbiasa dengan Zacky yang suka kerapian dan selalu menjaga rumah mereka rapi tertata. Begitu juga Zacky, yang mengibaratkan Ilmira sebagai seorang ekonom karena ketelitiannya dalam berhemat.
Bersuamikan Zacky, yang dianggapnya begitu romantis dan penuh perhatian, Ilmira merasa tak perlu merayakan hari Valentine. Toh, hari-harinya selalu dipenuhi kasih sayang, meski tanpa perayaan istimewa.
Zacky tak pernah melewatkan tanggal-tanggal penting dalam hubungan mereka, dan tak jarang memberikan kejutan-kejutan kecil. Di akhir pekan, Zacky mendedikasikan dirinya untuk keluarga. Ia akan mengambil alih peran Ilmira di dapur dan menyiapkan makanan, dari sarapan hingga makan malam. Semuanya dilakukan Zacky dengan memperhatikan segala detail.
“Kami makan bersama di meja makan, dengan set peralatan makan yang lengkap. Masakan tersaji dengan garnish, seperti buatan chef beneran. Anak-anak juga senang, karena hiasan di makanan bisa saya kreasikan dalam berbagai bentuk,” cerita Zacky, antusias.
Puji Maharani


