Sandi Firly/ GagasMedia
Setelah beberapa waktu tinggal di ibu kota, Ayuh harus pulang kampung karena sang ibu tengah sakit keras. Sebagai balian (dukun), Ayuh dianggap satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan sang ibu. Dalam perjalanan pulang, Ayuh terbawa kenangan masa lalu dengan gadis pujaan di kampung halaman. Padahal, selama di ibu kota Ayuh telah menemukan tambatan hati lain. Tak hanya menghadapi dilema dalam percintaan, Ayuh juga harus memilih dua profesi yang sama-sama disukainya: menjadi balian atau penulis. Tak hanya menyuguhkan kisah cinta romantis, novel ini juga akan memberi wawasan mengenai budaya dan tradisi Indonesia.(f)


