Tiga 'Tidak' ini akan membuat pernikahan Anda lebih bahagia dan harmonis. Apa saja? Tidak Sesak Napas
Perasaan saling memiliki memang akan muncul dalam sebuah ikatan perkawinan. Tapi, bukan berarti Anda tak mempunyai privasi untuk hal-hal yang sifatnya pribadi.
- Saling curiga hanya akan menjadi batu sandungan dalam perjalanan hidup perkawinan.
- Diskusikan batas keleluasaan ruang gerak masing-masing dalam berkarier, dan berkehidupan sosial sebelum hal ini menjadi isu besar yang memicu pertengkaran.
- Ikatan perkawinan harus selalu dikembalikan kepada tujuan awal mengapa memutuskan untuk hidup bersama, bukan menjadi ikatan yang justru menghambat dan menyesakkan dada.
Agar perkawinan tetap menempati prioritas utama, Anda berdua harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
- Ketika anak-anak belum lahir, perhatian Anda/suami Anda memang terfokus kepadanya/diri Anda. Demikian juga ketika karier belum menuntut perhatian, kehidupan keluarga adalah fokus utama.
- Bersikap luwes, lentur menempatkan kapan keluarga menjadi prioritas utama, kapan karier dan pekerjaan menjadi hal terpenting. Dan, kapan diri Anda maupun suami, patut didahulukan di antara semua.
- Libatkan suami dalam banyak rutinitas kecil dalam keseharian kehidupan keluarga. Dari hal kecil akan terkumpul perhatian yang sama besar seperti saat Anda memulai kehidupan bersamanya.
Tidak buta pada segalanya
Saling percaya memang memegang peranan penting dalam sebuah hubungan perkawinan yang sehat.
- Memercayai suami memang perlu, tapi bukan berarti buta terhadap segala tindak-tanduknya di luar rumah. Bersikaplah bijak jika Anda mencurigainya.
- Melempar tuduhan bahwa suami selingkuh, atau melakukan pekerjaan tak halal adalah tindakan yang tidak bijaksana.
- Dengan mengupayakan keterbukaan, batu sandungan pun bisa disingkirkan. (f)
Dengan humor, pernikahan pun akan langgeng. Asal jangan salah ngomong, ya!


