Ok, teori sudah membuktikan bahwa kita sudah menyimpan bakat kreatif. Namun, seperti yang dijelaskan oleh teori Four C tersebut, kreativitas perlu diasah sebaik-baiknya. Karena itu, sangat menarik untuk mengetahui bagaimana cara orang-orang pelaku industri kreatif ini agar bakat mereka bisa terus bersinar?
Calvin Kizana, pencipta aplikasi PicMix (aplikasi di smartphone untuk photo editing dan photo sharing), mengatakan, kreativitas itu ada untuk mewarnai hidupnya. Menurutnya, hidup ini boring, bayangkan bangun pagi-ke kantor- pulang kantor- tidur-bangun pagi lagi, begitu seterusnya. “Kalau enggak kreatif bikin sesuatu yang menarik buat saya juga buat orang lain, maka betapa bosannya hidup ini,” katanya.
Namun, berpikir kreatif itu bukan muluk-muluk. Menurut Calvin, segala hal dalam hidup kita ini bisa menjadi sesuatu yang kreatif. Misalnya, meeting dengan orang baru itu sudah bisa menjadi bahan untuk menjadi kreatif, misalnya bagaimana cara pendekatannya agar meeting itu berjalan lancar.
Soraya Aulia, seorang copywriter sebuah perusahaan advertising, juga mengakui bahwa semua orang kreatif. “Tidak ada orang yang tidak kreatif,” katanya, tegas. Namun, seberapa jauh kreativitas mereka, semua tergantung minat dan tujuan seseorang melakukan kreasinya. “Saya sendiri ingin menggunakan daya kreativitas saya untuk menciptakan iklan televisi,” katanya.
Menurut Soraya yang karya tulisannya sudah terwujud dalam berbagai iklan televisi, kreativitas itu soal kejelian. Seorang copywriter itu tugasnya membentuk sebuah citra di masyarakat, dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Sehingga pada akhirnya seseorang berpikir bahwa mereka membutuhkan suatu produk.
“Karena itu, seorang copywriter harus memiliki insight yang mendalam,” katanya.
Sementara chef Tomy Sugiarto yang suka menggunakan sepatu roda ketika sedang demo memasak, mengatakan, kreativitaslah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Demikian juga dalam bisnis kuliner yang makin lama makin kompetitif, kreativitas yang ia ciptakan itu mesti memenuhi kebutuhan pasar dengan memberikan value yang lebih.
Misalnya, dengan menambahkan sedikit detail, maka bisa saja akan disukai konsumen. “Kentang goreng misalnya, dengan menambahkan lelehan keju dan cacahan daging di atasnya, maka detail kecil ini bisa diingat oleh konsumen,” chef Tomy mencontohkan.
Meski begitu, Yoris mengingatkan bahwa kreativitas itu bak pedang bermata dua. Bisa dipakai untuk membantu kita dan berdampak positif, tetapi bisa juga mencelakakan orang. Yang berdampak negatif tentu banyak, salah satunya adalah kreativitas para koruptor yang dengan segala cara bisa memanipulasi aturan untuk menilap uang negara.
Salah satu contoh kreativitas yang berakibat positif adalah pengalaman CFO Google saat menyediakan makan siang gratis di kantor. Saat makan siang di luar, seseorang memang cenderung pergi bersama teman-teman. Tidak mungkin ada orang asing yang ikut dengan kita, sehingga kelompoknya, ya, itu-itu saja. Namun, makan siang di kantor memungkinkan terjadinya pertemuan antarkaryawan yang sebelumnya tidak saling mengenal. Karyawan yang sebelumnya sangat terkotak-kotak dan nyaris tidak kenal satu sama lain, jadi saling mengenal. Itu hanya lewat program makan siang.


