Health & Diet
Kendalikan Asam Lambung

21 Jul 2015

Jangan abaikan rasa tak nyaman yang timbul di dada dan perut yang muncul terus-menerus. Dr. Ari Fahrial Syam, MD.PhD, FACP, dari divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Universitas Indonesia - Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, memaparkan mengapa penyakit yang disebut gastroesophageal reflux disease (GERD) ini tak bisa disepelekan.
 
Penyakit akibat asam lambung ini cukup banyak diderita masyarakat. Lewat survei yang dilakukan dr. Ari, terbukti bahwa penyakit akibat asam lambung merupakan penyakit yang sangat umum diderita oleh masyarakat. “Survei terhadap 1.200 responden dari awal tahun sampai Mei 2015 menyimpulkan bahwa 50% dari responden kemungkinan mengalami GERD,” ujar dr. Ari. Survei ini ia lakukan melalui media sosial  dan aplikasi survei online, dengan menggunakan kuisioner pertanyaan GERD-Q, metode yang dipakai dokter di seluruh dunia. Hasil yang mengejutkan. Menurut dr. Ari, penyakit ini bukan hanya  diderita manula. “Tak hanya orang dewasa, anak-anak remaja pun sudah dapat terkena penyakit akibat asam lambung jika mereka tidak hidup sehat,” ujarnya.

Tapi, jangan menyalahkan asam lambung, karena sesungguhnya senyawa HCl ini sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu mencerna makanan yang masuk ke lambung agar mudah diserap usus halus. Fungsi penting asam lambung yang lain adalah membunuh bakteri dan kuman yang masuk dalam tubuh bersamaan dengan masuknya makanan. Yang menjadi masalah adalah jika produksi asam lambung terlalu banyak dan tidak berfungsinya lower esophageal sphincter (LES), yaitu semacam klep antara kerongkongan dan lambung. Kedua hal ini membuat asam lambung berbalik ke kerongkongan.
 
“Dalam jangka panjang, penyakit asam lambung yang tidak diobati akan menimbulkan komplikasi di daerah kerongkongan seperti radang, perdarahan, dan penyempitan kerongkongan bawah,” jelas dr. Ari.

Bahkan, GERD dapat menyebabkan perubahan struktur dinding dalam kerongkongan yang memicu terjadinya penyakit Barrett’s, yaitu lesi prakanker yang berkembang menjadi kanker kerongkongan. Di luar saluran cerna, asam lambung dapat menimbulkan komplikasi dan menyebabkan erosi pada gigi, sakit tenggorokan, sinus, laringitis, asma, dan penyakit paru-paru.

Namun, dr. Ari menegaskan, GERD tidak akan langsung menyebabkan kematian. Pada beberapa kasus pasien penderita asam lambung, kematian disebabkan oleh penyakit lain yang menyertai GERD, seperti serangan jantung, gangguan paru, dan obesitas. 

Daria Gumulya



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?