Ada macam-macam penyebab mengapa pasangan enggan curhat satu sama lain. Menurut psikolog Roslina Verauli, penyebab pertama adalah kurang waktu. Fenomenanya,orang kini makin tidak punya waktu untuk cinta. Karena tuntutan hidup makin besar, pria dan wanita harus bekerja lebih keras demi hidup bahagia. “Waktu kita sebagian besar habis untuk pekerjaan. Lalu masih ada urusan anak, rumah,dan diri sendiri. Yang tersisa untuk pasangan sedikit sekali,” kata Vera,menyayangkan.
Penyebab kedua adalah kelelahan. Vera mengamati, banyak pasangan yang tidak menyadari bahwa mereka lelah secara fisik dan emosi. Apalagi, perhatian dan energi kita makin terpusat pada hal-hal di media mainan di gadget. Faktanya, makin banyak penelitian di dunia psikologi yang memasukkan penggunaan gadget berlebihan sebagai salah satu pengganggu komunikasi dengan pasangan.
Penyebab ketiga adalah hubungan yang tidak terbuka satu sama lain karena alasan tertentu. Misalnya, komunikasi yang sejak awal memang sudah dangkal. Atau, ada kemarahan dan ganjalan yang belum sempat dibicarakan dan diselesaikan. Yang gawat adalah ketika pasangan tidak saling percaya, sehingga salah satu pihak takut akan dihakimi atau dipandang jelek dimata pasangannya.
Selain itu,ada pula alasan mengapa curhat di antara sahabat wanita terasa lebih nyaman. Salah satu kelebihan dari persahabatan wanita adalah ikatan emosional yang lebih erat daripada persahabatan pria. Pria lebih menyukai interaksi side-by-side.“Saat para pria bertemu, mereka lebih suka berdampingan melakukan suatu kegiatan, misalnya olahraga,” tutur Vera.
Sedangkan wanita, menyukai interaksi sosial face-to-face,yaitu ngobrol dari hati ke hati sambil bertatap muka. “Interaksi seperti ini memberikan perasaan dekat dan nyaman satu sama lain. Makanya, wanita biasanya senang bercerita tentang dirinya sendiri kepada wanita lain,” ujar Vera.
Padahal, kenyataannya, pundak pasangan adalah tempat yang terindah untuk berlabuh setelah melewati hari yang berat. Sebab, hanya kepada pasanganlah kita bisa memercayakan semua rahasia, yang baik maupun buruk. Kita bisa menceritakan kepada pasangan tentang masalah di kantor yang tidak bisa dibicarakan dengan teman kerja, atau masalah keluarga yang tidak mungkin diceritakan kepada orang luar. “Rugi besar jika kita jarang atau malah tidak pernah curhat kepada pasangan. Karena, pasangan ada di samping kita untuk menghadapi masalah di dunia ini bersama-sama, begitu pula sebaliknya. Jadi, jangan sia-siakan kehadirannya,” ujar Vera.


