Food Review
Kedai Kopi Tiga Sekawan

24 Sep 2015


Seabrek kafe dan kedai kopi bermunculan di Jakarta, walau penganut aliran third wave coffee sendiri masih bisa dihitung jari. Third wave coffee adalah istilah di mana kopi disajikan di sebuah kedai buatan sendiri, dengan biji kopi seleksi pribadi, dan bahkan sesekali melalui roasting yang dilakukan secara independen. Dengan ini, kopi menjadi aktivitas seni, dilakukan perlahan, dengan perasaan, untuk penggemar tersendiri.

Di antara ini, mencuat nama Coffee Smith, sebuah kedai kopi dengan facade mirip barbershop, di sebuah ruko di bilangan Duren Tiga, selatan Jakarta. Walau belum genap  tiga bulan, namanya lekas populer dengan basis pelanggan tetap yang mulai terbentuk.

Nama yang  terinspirasi dari kata blacksmith (pandai besi) sejalan dengan desain ruang industrial layaknya bengkel kerja. ‘Smith’ juga kata slang yang sedang tren, sebagai embel-embel untuk menandakan kecakapan.

Mesin roasting biji kopi menyambut femina di area muka. Semerbak aroma green bean yang mulai matang tercium saat membuka pintu. Meja kursi kayu minimalis terisi penuh kala itu, terkecuali area brew bar. “Proses roasting kami lakukan sendiri, demi mengejar karakter yang kami idamkan,” tukas Cindy Herlin Marta. Ia mengasuh tempat ini, bersama fotografer muda, Rendy Mahesa.
   
Varian biji kopi arabika, mulai dari Aceh hingga Papua, dipilih saksama. Seduhan Long Black Coffee kala ini dibuat oleh Muhammad Aga, juga salah satu pemilik, dengan tugas tak main-main sebagai roaster, yang wajahnya sempat muncul dalam film layar lebar Filosofi Kopi. Seduhan hitam dari Pegunungan Arjuna, Malang, Jawa Timur, ini tentunya tak disentuh gula, sehingga tercecap sejumput rasa manis di awal seruputan. Lain lagi dengan ‘tarikan’ biji kopi Bali Kintamani dengan memiliki body yang lebih berat, diiringi rasa nutty.
   
Bagi peminum kopi yang ringan, ada Mocha dan Cappuccino. Bubuk cokelat yang digunakan dalam campuran minuman Mocha pun berasal dari tanah Pasundan.
Selain single origin, ada pula Suddenly Blend yang kerap diburu pelanggan. Roasting profile yang dilakukan pada biji kopi Malang-Arjuna (natural process) dan Sumatra-Kerinci/kecamatan Kayu Aro (washed process) pada Suddenly Blend misalnya, menyatukan elemen manis dan asam, sehingga tepat diseduh menjadi minuman yang balans. Ini campuran awal tiga sekawan ini dalam mencari house blend yang pas, dan mewakili gaya kedai.

Hampiri kala weekend jika ingin melihat ketiganya bereksperimen membuat coffee blend baru. Ingat, mereka tutup tiap Senin! (f)
    
Lokasi: Jl. Duren Tiga Raya No.19 Kav. 5, Mampang, Jakarta Selatan.
Jam buka: 10.00–18.00 WIB (Selasa-Minggu).
Harga: Rp22.000-Rp45.000 (belum termasuk pajak 15%).
Suasana: Remang, dalam nuansa industrial.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?