Seperti pasangan lain, rumah tangga KD dengan Raul Lemos juga tak terhindar dari pertengkaran-pertengkaran kecil. Perbedaan budaya, pekerjaan, dan selisih waktu 2 jam Jakarta-Dili menjadi kerikil bagi hubungan mereka.
“Dalam menjalani long distance relationship, kami harus memegang komitmen untuk saling percaya. Meski begitu, banyaknya perbedaan membuat kami harus belajar menyesuaikan diri tiap hari,” ujar KD. Berprofesi sebagai seorang kontraktor, pengetahuan Raul tentang profesi seorang penyanyi nol besar. Pelan-pelan, KD mulai mengenalkan Raul bagaimana tanggung jawab moral seorang penyanyi.
“Membuat album, mengadakan konser, menuju konser ada pre-production, post production, termasuk bahwa saya harus stand by beberapa jam sebelum tampil, itu semua Raul tidak tahu,” jelas KD.
Dari kebersamaan mereka, Raul mengetahui bahwa KD tak bisa lepas dari dunia musik. Raul pun memberi kepercayaan besar pada KD untuk kembali eksis di dunia hiburan. Untuk itulah, ia ‘legawa’ memutuskan untuk memiliki dua tempat tinggal, di Jakarta dan Dili.
KD pun berusaha memahami pekerjaan Raul sebagai pebisnis. “Ini simbiosis mutualisme yang saling melengkapi,” ujar KD. Menikah dengan pengusaha memberi banyak pelajaran bagi KD tentang bisnis. Salah satunya, dengan tidak menurunkan harga untuk show-nya. Padahal, selama ini KD sering menurunkan harga show karena merasa tak enak hati menolak klien.
“Sebagai artis, kamu punya nama dan nilai jual. Pamor boleh turun, tapi kamu jangan menurunkan nilai jual kamu,” ungkap KD, mengutip kata Raul. Kata-kata Raul mendongkrak rasa percaya dirinya.
Dukungan Raul pada karier bermusik KD juga ditunjukkan dengan membangun perusahaan rekaman, Raya Jaya Kreasindo. Meski begitu, Raul hanya mengizinkan KD untuk menerima pekerjaan maksimal dua hari dalam seminggu. “Itu pun saya harus kasih jadwal jauh-jauh hari ke Raul, agar tidak mengganggu waktu untuk keluarga,” jelasnya.
KD secara terang-terangan sangat mengagumi prinsip hidup yang dipegang Raul untuk memprioritaskan keluarga. KD menjelaskan Raul tipe family man yang sayang anak. Terbukti akan kemampuannya memandikan anak-anak. “Baru tiga bulan ini dia memuji saya sudah luwes merawat Kellen. Dulu mana pernah dia memuji saya,” ujar KD, sambil tersenyum.
Perubahan hidup KD yang signifikan setelah menikah dengan Raul juga dirasakan Yuni. “Beberapa waktu lalu, saya jalan-jalan dengan Yuni ke Singapura. Di sana, ia memegang tangan saya. Yuni bilang, ‘Sekarang telapak tangan kamu tidak lagi berkeringat, kamu sudah tenang, Yan,’” ucap KD, menirukan kata-kata Yuni.
KD mengakui, dulu tangannya selalu berkeringat karena selalu terburu-buru dan tak tenang. “Bahkan, duduk sekadar meletakkan pantat di rumah pun saya tidak pernah. Aurel dan Azriel itu seutuhnya diasuh mama saya,” ucapnya, blakblakan. Ia menyadari tak ingin mengulang kesalahan yang sama di pernikahan keduanya ini.
Kini, KD merasa mampu bernapas lega. Ia berusaha tidak menutup lembaran hidup yang telah berakhir, dan tetap mengambil tiap hal baik untuk disempurnakan di kehidupannya sekarang.
Jika melihat segala hal yang sudah ia punya, satu-satunya keinginan KD saat ini adalah kesehatan dan umur yang panjang. KD merasa Allah sudah memberi kepercayaan dengan titipan Amora dan Kellen. “Saya ingin melihat mereka tumbuh dewasa. Menikmati masa tua tanpa perlu kerja keras lagi,” katanya.
Untuk Amora, KD menaruh harapan agar ia kelak dapat meneruskan jejak langkahnya di dunia musik. Karena itu, sejak Amora kecil, KD sudah mengenalkannya pada musik klasik. Ia ingin ketika besar Amora pandai bermain piano. Sedangkan untuk Kellen, Raul dan KD sepakat akan mendaftarkannya ke Benfica Soccer Academy di Portugal. “Cita-cita, sih, ada, tapi dilihat apakah nanti Kellen minat pada sepak bola atau tidak,” jelasnya, menutup pembicaraan. (Daria Rani Gumulya)


