Kapan Harus ke Dokter?
Jika mengalami common cold, yang ditandai tubuh lemas dan hidung meler saja, istirahat dan minum obat bebas sudah cukup. Namun, jika sudah mengalami gejala flu, itu tidak cukup. Sebaiknya segera ke dokter agar bisa diperiksa apakah flu yang dialami sudah dalam taraf komplikasi atau tidak. Sebaiknya cegah sebelum komplikasi, karena jika sudah mengalami komplikasi, penyembuhannya akan lebih sulit dan panjang.
Selain itu, jangan sembarangan memilih obat flu. “Tak hanya harus benar, tapi dosisnya juga harus tepat. Karena itu, saat flu sebaiknya ke dokter agar dapat diberikan obat dengan dosis yang tepat untuk Anda. Sebab, dosis obat tak hanya berdasarkan usia, tapi juga dipengaruhi beberapa hal, termasuk berat badan,” jelas dr. Madan M. Vasandani dari Centrepoint Healthcaredr. Madan.
Perlukah Antibiotik?
Banyak orang percaya antibiotik dapat menyembuhkan flu. Faktanya tidak demikian. Antibiotik membunuh bakteri, sedangkan flu disebabkan oleh virus. “Namun, orang yang flu memang rentan mengalami infeksi bakteri. Akibat flu, kekebalan tubuh menjadi makin rendah, sehingga bakteri mudah masuk ke dalam tubuh. Terlebih lagi, saat flu terjadi penyumbatan di mana-mana yang memudahkan infeksi bakteri,” jelas dr. Madan. Jika flu tersebut menyebabkan infeksi bakteri, barulah antibiotik diperlukan.
Sayangnya, kini makin banyak orang yang menggunakan antibiotik seenaknya, seperti makan permen. Padahal, menurut dr. Madan, antibiotik tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Harus berdasarkan resep dokter, karena dokter yang tahu mana antibiotik yang sesuai. Tidak semua antibiotik akan mempan pada masalah yang sama. “Orang per orang berbeda, tergantung kondisi. Dosisnya pun tergantung dari masing-masing orang,” ungkap dr. Madan. Jika dosisnya tidak sesuai, dapat berbahaya karena bakteri akan tahan pada antibiotik tersebut. Makanya, jangan sembarangan minum antibiotik!(f)


