Health & Diet
Kandungan Suplemen untuk Kecantikan

20 Aug 2015


Suplemen khusus kulit, rambut, atau kuku tersedia dalam berbagai macam merek dan kombinasi kandungan. Namun, suplemen-suplemen yang dijual bebas di supermarket ataupun toko obat modern ini mengandung bahan-bahan utama yang umumnya sama, sebutlah kolagen dan omega-3 fatty acids untuk kulit, serta biotin untuk rambut dan kuku.
   
Menurut dr. Atika Kusuma Dewi, Sp.KK , kolagen dalam bentuk tablet oral, krim, dan suntikan, dijual di pasaran sebagai solusi untuk masalah kulit akibat penuaan. Kolagen adalah protein alami yang diproduksi dalam tubuh yang fungsi terbesarnya adalah menyokong kulit, 80% dari berat kulit tubuh kita terdiri dari kolagen, yang bekerja sama dengan protein lain yaitu elastin, untuk membuat kulit menjadi elastis.
   
“Seiring bertambahnya usia seseorang, produksi kolagen alami akan menurun, sehingga tanda-tanda penuaan mulai muncul, seperti keriput, kulit mengendur, kuku yang  makin rapuh, dan nyeri pada sendi,” jelasnya.
   
Sementara omega-3 fatty acids adalah asam lemak tak jenuh ganda yang tidak diproduksi sendiri dalam tubuh dan harus didapatkan dari bahan makanan sehari-hari, seperti minyak nabati dari biji-bijian, polong-polongan, dan minyak hewani dari ikan laut. Omega 3 dengan kontennya yang disebut ERP dan DHA juga berguna untuk mengobati dan mencegah psoriasis, alergi, dan jerawat.
   
“Karena memiliki sifat seperti tabir surya, omega-3 dapat melindungi kulit dari sinar ultraviolet berbahaya dan mengurangi melanin sehingga warna kulit tetap sehat,” ungkap dr. Atika.
   
Sedangkan biotin sesungguhnya adalah vitamin B7, vitamin yang larut air dan berperan penting dalam reaksi biokimia tubuh, terutama katabolisme, yaitu pemecahan senyawa kompleks menjadi banyak molekul sederhana yang disertai dengan pelepasan energi. Molekul sederhana tersebut kemudian akan dipakai tubuh untuk menyintesis sel-sel baru, termasuk salah satunya pembentukan untuk sel-sel rambut dan kuku.
   
“Biotin dapat merangsang pertumbuhan rambut, mencegah kekeringan pada kulit, dan menambah elastisitas lapisan terluar dari rambut. Biotin nantinya juga akan mendorong pembentukan sel kulit baru sehingga rambut selalu dalam kondisi sehat,” tuturnya.

Konsumsi suplemen yang berlebihan juga tidak akan membawa manfaat baik, justru mendatangkan efek buruk. Khusus untuk vitamin E, dosis berlebihan justru akan menimbulkan dan memperparah jerawat. “Mengonsumsi obat-obatan terlalu banyak dapat menyebabkan beban kerja ginjal dan hati menjadi makin berat,” ujar dr. Atika. Karena itu, meski kelihatannya sepele, konsumsi suplemen untuk kecantikan pun perlu di bawah pengawasan ahli.

Ada juga faktor lain yang menentukan efek suplemen yang dikonsumsi, salah satunya adalah kedisiplinan individu dalam mengonsumsi atau menggunakan obat topikal atau oral tersebut sehari-hari. “Terapi dalam bentuk apa pun baru bisa menunjukkan hasil kalau dilakukan secara terus-menerus,” ujarnya. Selain itu, suplemen akan sulit untuk mengatasi keluhan pada kulit, rambut, atau kuku, apabila individunya ternyata menderita penyakit yang lebih berat.

Primarita S. Smita


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?