Perannya di (500) Days Of Summer menjadi blueprint bagi film komedi romantis. Pada tahun 2012, empat filmnya: The Dark Knight Rises, Premium Rush, Looper, dan Lincoln tayang nyaris bersamaan di bioskop-bioskop dunia dan meraih sukses besar. Beberapa aktingnya ini bahkan diramalkan bakal menuai nominasi Oscar. Fakta ini sekaligus mengukuhkan kedudukan Joseph Gordon-Levitt (31) sebagai salah satu leading man di perfilman Hollywood.
PERNAH DITOLAK SANA-SINI
Enggan dibatasi oleh pencitraan khas Hollywood, pria yang akrab dipanggil Joe ini tidak menyukai label selebritas yang kerap ditempelkan orang kepadanya. Baginya, bekerja sebagai aktor hanyalah sebagian saja dari hasratnya yang tumpah ruah untuk dunia seni. Di luar itu, Joe tidak merasa lebih istimewa dari orang lain.
“Saya paling tidak suka pada pemikiran bahwa sekelompok orang lebih penting daripada orang lain. Bahwa apa pun yang dikatakan oleh mereka yang berada di luar lingkaran kasta tinggi yang disebut ‘selebritas’ menjadi tidak penting. Anggapan ini sangat merendahkan!” kecamnya.
Perjalanan Joe untuk berada dalam hitungan aktor terkemuka Hollywood tidaklah mudah. Ia mengawalinya bersama sang ibu yang setia mendampinginya ke berbagai audisi. Di usia 6 tahun, Joe mulai muncul di berbagai serial TV, di antaranya sebagai si kembar David Collins dan Daniel Collins di Dark Shadows (1991). Ia juga bermain di produksi film Disney, Angels in the Outfield (1994), hingga akhirnya memerankan Tommy, remaja keturunan Yahudi yang disusupi alien dalam sitcom 3rd Rock from the Sun.
Meski terbilang sebagai salah satu serial komedi favorit keluarga di Amerika, 3rd Rock from the Sun membuat image Joe lekat dengan peran konyolnya di film televisi tersebut. Ia banyak mendapat penolakan di berbagai audisi. Padahal, di saat yang sama, ia ingin sekali menguji kepiawaiannya dalam berakting di layar lebar.
Pantang menyerah, Joe akhirnya berhasil meyakinkan tiga sutradara yang cukup berperan dalam membuka jalan kariernya sebagai seorang aktor sukses. Mereka adalah Jordan Melamed (film Manic), Gregg Araki (film Mysterious Skin), dan Rian Johnson (film Brick dan Looper).
“Hanya mereka yang mampu melihat jauh di balik peran yang pernah saya mainkan di 3rd Rock from the Sun. Bahwa saya punya potensi dan bisa bermain dengan bagus dalam film mereka,” lanjut pria yang sejak usia 4 tahun telah berakting di grup teater musikal, memerankan boneka pengusir burung (Scarecrow) dalam The Wizard of Oz.
Dalam dunia peran, Joe banyak mendapat kritik positif. “Indah, jujur, datar, tapi tetap memesona, dan seksi dalam artian yang luas,” tulis The Minnesota Daily saat memuji akting gemilangnya di film Brick (2005). Perannya sebagai petugas kebersihan yang terlibat aksi pencurian di bank dalam The Lookout (2007) juga membuat majalah New York menggelarinya sebagai aktor ‘tabula rasa’, aktor minimalis yang justru berhasil menghidupkan film dengan menyembunyikan egonya di balik karakter yang diperankannya.
Sementara itu, para sutradara memuji semangat kerja sama dan kemampuannya yang luas dalam mewujudkan peran. Dalam film 50/50 (2011), Joe menampilkan sisi humor manusiawi dari seorang penderita kanker, dan menampilkan sisi gelapnya dalam film Brick. Christopher Nolan, sutradara The Dark Knight Rises, mengaku terkesan oleh energi muda Joe.
“Ia memiliki karisma dan energi positif yang luar biasa. Dua hal yang tidak bisa dipalsukan dari diri seseorang,” ungkap Nolan, yang juga menggandeng Joe di film Inception (2010) yang memborong berbagai penghargaan bergengsi, seperti Oscar (2011), BAFTA Film Award (2011) dan Eddie Award (2011), .
Akting Joe di film (500) Days of Summer (2009) dinilai berhasil membawa penonton hanyut dalam alunan emosi antara kekecewaan dan antusiasme pria bernama Jack Lemmon dalam perjalanannya mengartikan cinta sejati. Tak mengherankan, kepiawaiannya ini membuahkan nominasi Golden Globe Award (2009). Bahkan, film ini disebut-sebut sebagai blueprint dari film komedi romantis.(f)


