Celebrity
Joko Widodo: Penderitaan Itu Biasa

20 Oct 2014


Ketika kampanye pilpres lalu, femina memberi kesempatan kepada pembaca untuk menyampaikan  pertanyaan untuk Jokowi. Salah satu yang menjadi pertanyaan terbanyak adalah ketenangan Jokowi menghadapi kampanye hitam dan fitnah yang bertubi-tubi.

Bapak bisa tenang menghadapi hal itu?
Saya sudah latihan menghadapi hal ini. Sejak di pilkada wali kota, hal itu juga ada. Di pilkada gubernur, juga ada. 

Tapi, bukankah tidak seberat ini? 
Kalau yang ini panjang dan sadis, ya? Ha…ha…ha….  Bukan hanya saya, tapi anak, istri, ibu saya juga kena, bahkan almarhum Bapak saja kena. Saya, sih, biasa saja, tidak sedih. Karena itu, mana pernah saya bales.

Mengapa? 
Apa gunanya? Lebih baik saya kasih penjelasan. Ketika saya dibilang orang Singapura, saya jelaskan saja, “Ndak, saya anaknya orang desa. Ibu saya dari desa ini, bapak saya dari desa ini.” 

Adakah teman berbagi di kala masa-masa berat?
Karena saya merasa biasa-biasa saja, saya tidak pakai curhat-curhatan. Justru anak-anak yang curhat ke saya. “Pak, kok, saya ditulis begini-begini.” Saya bilang, “Ah, enggak apa-apa. Paling sebulan juga hilang.”  Ketika istri mengeluh, saya bilang,  “Ah, paling seminggu juga akan rampung….” 

Ketenangan itu, Bapak belajar dari mana?
Sejak dari lahir saya sudah biasa jatuh bangun. Namanya penderitaan, usaha jatuh bangun  itu sudah biasa. Jadi, ya menghadapi hal seperti itu biasa saja, meski masif, sistematis dan terstruktur, ha… ha… ha….

Masih sempat mendengarkan lagu favorit?
Kalau ingin dengerin musik, ya, bisa di mobil. Masih suka mendengarkan Metalica, Gun n Roses, Megadeth. Jadul semua, ya? Sempat nonton Linkin Park, tapi kurang suka karena menurut saya terlalu bersih, kurang keras. 

Kalau pulang ke Solo, apa kegiatan Bapak?
Tidur. Tapi kadang-kadang juga makan di luar. Karena saya kurus, saya harus banyak makan, ha…ha…ha…. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?