Bagi Laksmi Pamuntjak, makanan bukan sekadar pengisi perut, namun juga jembatan untuk mempersatukan keragaman. “Dalam interaksi antarmanusia, makanan selalu menjadi pencair suasana. Obrolan jadi lebih hangat dan akrab saat dibuka dengan topik makanan,” ujar novelis dan penyusun Jakarta Good Food Guide ini. Kecintaannya pada makanan akhirnya ia tuangkan dalam novel terbaru yang sarat elemen kuliner berjudul Aruna dan Lidahnya. “Pembaca bisa menemukan kelezatan kuliner lokal seperti bebek sinjay Madura dan rujak soto Banyuwangi,” kata Laksmi. Di novel ini, ia mengeksplorasi kekayaan kuliner dari 8 kota di tanah air lewat perjalanan tiga sahabat, di antaranya Medan, Madura dan Palembang.
RW
FOTO: FIC


