Home Interior
Jati Belanda di Rumah

11 Jan 2016

Pernahkah Anda memperhatikan kayu yang digunakan untuk peti kemas? Kayu berwarna cokelat muda kekuningan tersebut adalah kayu jenis jati belanda. Dinamakan jati bukan karena terbuat dari jati asli, namun lebih karena kemiripan cirinya, yaitu memiliki ‘mata kayu’ yang besar. Disebut jati belanda atau jati londo (Jawa) karena kayu ini biasa digunakan untuk peti kemas barang kiriman dari luar Indonesia, terutama Eropa. Umumnya, kayu jati belanda lebih dikenal dengan sebutan kiefer, oak, pine, atau kayu palet.

Kayu jati belanda dijadikan sebagai bahan peti kemas karena daya tahannya yang bagus. Selain itu, jati belanda memiliki bobot yang ringan sehingga tidak akan menambah berat dari barang di dalam peti kemas itu sendiri. Dua keunggulan ini lantas membawa jati belanda dari sekadar bahan peti kemas menjadi material furnitur dan dekorasi ruang.

Untuk melihat contoh pemanfaatan jati belanda, kini sudah ada banyak sekali kafe dan coffee shop berkonsep urban maupun industrial yang menggunakan kayu ini sebagai elemen dekorasi pada interiornya. Mendapatkannya pun terbilang mudah, Anda bisa datangi sentra kayu jati belanda seperti di sepanjang Jalan Raya Lenteng Agung. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena harga jati belanda tidak semahal jati biasa. Terbilang murah, karena jati belanda yang dijual di sentra-sentra tersebut memang jati belanda bekas peti kemas yang masih dalam keadaan bagus dan dapat diolah kembali.

Soal daya tarik, jati belanda tak kalah cantik dibanding jati biasa. Selain ‘mata kayu’ yang besar dan eksotis, jati belanda juga punya alur urat kayu yang menonjol kecokelatan dan permukaan kulit yang cerah. Belum lagi tekstur yang halus sehingga terlihat apik dan bersih tanpa tambahan finishing lainnya. Terlebih, tidak ada perawatan yang harus ditambahkan karena jati belanda adalah jenis kayu yang tidak disukai oleh rayap. Sifat ringan jati belanda dikarenakan partikel kayunya yang tidak terlalu rapat dan padat. Ini tentu jadi pertimbangan agar jati belanda tidak digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, tapi lebih cocok sebagai dekorasi dan furnitur saja. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?