Trending Topic
Jangan Salah Persepsi

24 Oct 2013


Lebih jauh lagi kita bisa melihat proses ini hingga ke jalur distribusinya. Bagaimana pakaian tersebut disebarkan ke berbagai negara oleh brand yang bersangkutan. Tak bisa dipungkiri, tanpa sistem yang diatur dengan baik, proses distribusi ini bisa saja memberikan ‘jejak karbon’ yang panjang pada sehelai pakaian.

Bayangkan kejadian ini. Anda sedang belanja baju di sebuah retail internasional, kemudian Anda menemukan labelnya:  made in Indonesia. Apakah Anda segera mengembalikan baju itu ke rak, karena merasa kurang oke? “Padahal, adanya tulisan made in Indonesia itu berarti ada dua hal penting yang bisa dilihat di sini. Pertama adalah pendeknya jalur distribusi yang artinya adalah mengurangi pencemaran dan polusi. Kedua, mutu tenaga kerja Indonesia sudah diakui kualitasnya,” terang Mohamad Anis Agung Nugroho dari ILO.

Soal distribusi, jika pakaian tersebut dibuat di Indonesia, berarti ia tidak melewati perjalanan yang jauh untuk bisa sampai ke tangan konsumennya di Indonesia. Pertanyaannya,  benarkah produk fashion tersebut tidak dikirimkan terlebih dahulu ke negara asal brand bersangkutan, baru dikirim kembali ke Indonesia?

Menurut Anis, kondisi ini jarang sekali ditemukan. “Masalahnya, tiap brand juga punya strategi pemasaran. Kalau harus dikirim lagi ke negara mereka untuk kemudian disebarkan, berarti memperpanjang jalus distribusi yang artinya meningkatkan cost produksi,” jelasnya.
Anis sedikit menyayangkan jika ada orang Indonesia yang justru menolak membeli barang branded dengan label made in Indonesia. “Sebenarnya kita harus bangga karena berarti pabrik di Indonesia telah melewati quality control dari brand bersangkutan dan dapat membuat barang berkualitas,” katanya. Lebih lanjut Anis menambahkan, dengan membeli barang tersebut berarti Anda juga telah membantu berkembangnya industri garmen di Indonesia yang menyerap banyak tenaga kerja. 

Dalam bukunya yang berjudul The Story of The Stuff, Annie Leonard bertutur tentang rantai panjang dalam proses pembuatan sebuah barang. Menurutnya,  tiap benda yang dipakai oleh manusia, ada proses panjang yang ditempuh sebelum benda tersebut benar-benar sampai di tangan penggunanya. Proses yang panjang ini juga terjadi dalam pembuatan sehelai pakaian. Sekarang, apakah Anda peduli dengan di mana dan bagaimana pakaian Anda dibuat? Faunda Liswijayati



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?