Celebrity
Jalan Panjang Akting Lupita Nyong'o

8 May 2014


Lupita Nyong’o adalah aktris yang baru pertama kali hadir dalam malam penganugerahan Oscar, dan langsung membawa pulang penghargaan. Namun, sesungguhnya ia telah meniti perjalanan panjang di dunia seni peran sebelum berdiri di balik podium itu.
Di kelas 7, Lupita mendapat peran minor dalam pentas drama Oliver Twist. Ia memerankan seorang pejalan kaki yang melintas dan hanya mengucapkan satu kalimat, "Ayo, turun ke jalan!" Tetapi, ia memerankannya dengan sepenuh hati. Ia memutuskan menjadi laki-laki dalam sandiwara itu dan meminjam pakaian adiknya.
Di usia 14, perannya sebagai Juliet dalam Romeo and Juliet produksi Phoenix Players menjadi akting profesional pertamanya. Bersama rumah produksi yang sama, ia kemudian berperan dalam On The Razzle dan There Goes The Bride.  Di usia 19, Lupita mengambil studi pembuatan film di Hampshire College, Massachusetts, Amerika. “Saya ingin menjadi aktris, tapi merasa belum percaya diri mengakuinya. Membuat film terdengar lebih masuk akal dan mudah diterima orang-orang di sekitar saya,” ungkapnya, tersipu.
    Saat liburan semester, ia pulang ke Nairobi dan bersemangat ketika mendapati syuting film The Constant Gardener sedang berlangsung di dekat area tempatnya tinggal. Lupita memutuskan bahwa ia harus terlibat di dalamnya. Lewat bantuan temannya, Ralph  Fiennes, aktor dalam film tersebut, Lupita akhirnya menjadi asisten produksi. Ia bekerja dengan berlari ke sana kemari menyiapkan segala sesuatu.
Ketika Ralph bertanya apa rencana hidupnya, Lupita menjawab, ingin menjadi aktris juga. Seketika Ralph berujar, "Lupita, jika ada hal selain akting yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu, lakukanlah. Kamu hanya bisa bertahan di dunia seni peran jika kamu benar-benar tidak bisa hidup tanpa akting." Lupita menyimpan pesan itu dalam hatinya. Beberapa tahun kemudian, gadis itu  berpapasan dengan Ralph setelah pria itu menonton 12 Years a Slave yang baru diputar di Telluride Film Festival. "Aku melihat aktingmu!" seru Ralph, gembira.
Tahun 2005, Lupita pergi ke Uganda untuk belajar produksi film di Maisha Film Lab, studio milik sutradara The Namesake, Mira Nair. "Lupita memiliki fokus, kecepatan, passion, dan talenta. Seakan ada letupan dari dalam jiwanya yang tak dapat terabaikan," ucap Nair.
Sebagai tugas akhirnya di Hampshire, Lupita membuat proyek dokumentasi berjudul In My Genes. Sebuah studi tentang orang-orang albino di Kenya, yang diputar di beberapa festival film dan menjadi pemenang pertama dalam Five College Film Festival 2008. Tahun  2009, ia mengajukan diri saat seorang rekannya bertanya, adakah aktris yang dapat berperan dalam sebuah serial TV. Serial berjudul Shuga itu adalah film yang disponsori UNICEF untuk mengampanyekan hidup sehat tanpa HIV/AIDS di Kenya. Selain itu, ia juga menyutradarai video musik Wahu, The Little Things You Do, yang dinominasikan menjadi salah satu Best Video Award dalam MTV Africa Music Awards 2009.
Tahun 2011, akhirnya Lupita menyadari dirinya hanya ingin menjadi aktris dan memutuskan meneruskan studi ke Yale School of Drama. "Saat saya berusia 60 tahun nanti dan menoleh ke belakang, saya tak ingin menyesal karena tak menjadikan akting sebagai bagian penting dari hidup saya," ujar gadis yang fasih bicara dalam bahasa Inggris, Luo, Swahili, dan Spanyol ini.  Selama di Yale, ia berperan di banyak pentas, seperti Uncle Vanya karya Chekov dan The Winter's Tale karya William Shakespeare. Ia lulus dengan dianugerahi Herschel Williams Prize, penghargaan untuk pelajar dengan kemampuan luar biasa selama tahun ajaran 2011 - 2012.(f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?