Alat kontrasepsi yang prinsipnya memasukkan ‘perintang’ ke dalam vagina, sesungguhnya sudah dikenal sejak ratusan tahun silam. Namun, produk intrauterine device (IUD) dalam versi yang lebih modern pertama kali dibuat tahun 1909, oleh dr. R. Richter. Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh Ernst Grafenberg tahun 1920, yang membuat kontrasepsi mekanik dari cincin perak. Belakangan, IUD dibuat dari plastik dan tembaga. Pada tahun 1996, muncul IUD yang bisa menghasilkan hormon juga. IUD cukup populer sebagai salah satu kontrasepsi yang efektif dan penggunaannya jangka panjang. Namun, kontrasepsi ini tidak bisa mencegah penyakit menular seksual. Efek samping seperti penyakit radang panggul dan penyebab vlek sempat dikaitkan dengan penggunaan IUD. Tetapi, sudah ada banyak perbaikan sejak penemuan ini.


