Mengapa banyak orang melakukan adaptasi untuk sebuah karya? Pertama, ide cerita dari karya asli sangatlah bagus dan menginspirasi banyak orang. Karya adaptasi ini rata-rata dipilih karya populer yang disukai oleh khalayak ramai.
“Dari sisi bisnis, jika sebuah novel best seller, ketika difilmkan, maka penggemarnya akan memburu filmnya,” ungkap Bernadetta Dyah Aryani, dosen perfilman Binus International University. Hal ini dibenarkan oleh Salman, karena produser film juga melihat hal ini dan menggabungkan antara seni dan bisnis. “Target market sudah jelas, jadi tinggal memperluas pasar dan mengenalkan film tersebut ke orang yang belum membaca novelnya.”
Ia memberi contoh, saat ini produser dan sutradara Hollywood sedang gencar mengadaptasi film dari tokoh komik. Batman, Spiderman, The Avengers, semua dari komik. “Ini karena mereka melihat ada pasar yang besar, penggemar tokoh superhero,” ujar Detta.
Tidak hanya komik menjadi film, karya lain seperti puisi yang sangat menginspirasi juga bertransformasi ke bentuk lain. Contohnya, puisi berjudul Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono dibuat musikalisasi puisi oleh duo Ari-Reda Gaudiamo. “Awalnya dibuat agar orang lebih memahami puisi, sebagai pengantar agar orang lebih mengenal puisinya. Caranya dibuat menjadi bentuk lagu,” ujar Reda.
Menurut Reda, dengan mendengarkan lagu, ada sebagian orang lebih mudah mencerna puisinya, ada yang menganggap lebih menarik daripada pembacaan puisi biasa. Kekuatan dari musikalisasi puisi, menurut Reda, adalah di syair yang luar biasa. Dalam hal puisi-puisi Sapardi, kita bisa mengambil contoh kepopuleran puisi Aku Ingin, yang bisa dibilang hampir ada di tiap undangan pernikahan di Indonesia.
Puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi yang juga amat popular, selain sudah diubah menjadi lagu, kini juga ditransformasi menjadi novel oleh penulisnya. Hujan Bulan Juni juga dikabarkan akan dibuat komik dan film.
Reda melihat transformasi karya dari puisi ke bentuk lain sudah lama dilakukan oleh seniman, baik di dalam maupun luar negeri. Koleksi puisi Old Possum’s Book of Practical Cats karya penyair T.S. Elliot bahkan dibuat menjadi pertunjukan musikal Cats yang ditampilkan di Broadway. Contoh lain, film The Sound of Music, yang diadaptasi dari pertunjukan musikal Broadway yang sangat populer. Di Indonesia, buku Laskar Pelangi selain difilmkan juga diubah menjadi drama musikal.
“Saking bagusnya suatu karya, ini akan memancing pekerja kreatif mengeksplorasi karya dan mengubahnya ke bentuk lain. Kalau tidak bagus, tidak mungkin membuat karya yang diadaptasi dari karya lain,” jelas Reda. (f)


