Berada dalam tim kerja yang anggotanya terdiri dari beragam karakter dan kompetensi, tentu kita harus pandai-pandai membawa diri dan mengendalikan situasi. Terkadang, ada satu rekan yang merasa dirinya lebih tahu atau lebih baik daripada rekan lainnya. Hal ini bisa jadi mengusik atau malah membantu rekan lain yang sering diguruinya.
Bersikap Tegas
Dalam ilmu psikologi terdapat bermacam-macam karakter manusia. Salah satunya tipe korelis yang mempunyai karakter kuat, dominan, dan agresif. “Orang yang dalam tim kerja sering kali terlihat ingin menonjol dan senang mengatur atau menggurui orang lain ini memiliki poin positif bagi perusahaan karena biasanya mereka memiliki persistensi tinggi dan sangat goal oriented,” kata konsultan HR, Bernadette Themas, dari Kelly Services.
Perusahaan memang membutuhkan tipe orang semacam itu untuk mencapai objektifnya. Namun, mereka bisa juga meresahkan lingkungan tempat ia berada. “Mereka biasanya tak suka diatur dan sebaliknya selalu ingin mendikte orang lain. Hal ini bisa membuat rekan kerja lainnya tertekan karena apa yang dilakukannya sudah termasuk intimidasi bagi orang lain,” ungkap Bernadette.
Untuk itu, ketegasan pimpinan sangat dibutuhkan untuk menciptakan kenyamanan bekerja yang kondusif bagi semua orang. Sebab, bukan tak mungkin perilaku menggurui ini justru jadi menghambat kontribusi rekan-rekan lainnya. “Bekerja di bawah tekanan atau perasaan tak nyaman tentunya akan memengaruhi performance bekerja,” cetus Bernadette.
Sehingga, kata Bernadette, meski si karyawan ‘paling tahu’ itu bisa berkontribusi dengan baik, ia tetap harus ditegur dan diarahkan untuk tidak bersikap menggurui atau ikut campur pekerjaan orang lain.
Pimpinan juga harus bisa melihat secara objektif apakah rekan lain dalam timnya memang kurang kompeten dan tak bisa ‘berlari’ secepat dia, atau memang karena attitude si karyawan ini yang harus dibenahi. “Ada SOP peraturan perusahaan yang berlaku di tiap perusahaan dan itu bisa jadi dasar pimpinan untuk menegur attitude-nya yang buruk,” jelas Bernadette.
Untuk rekan kerja yang diintimidasi, Bernadette menekankan agar bisa bersikap tegas dan berani mengungkapkan pendapat. “Katakan terima kasih atas masukannya dan jangan lupa beri tahu bahwa itu adalah tugas Anda dan Anda sudah paham atau punya cara sendiri yang cocok dengan cara kerja Anda,” saran Bernadette. “Jika Anda bersikap pasif, tentu saja Anda akan terus dijajah dan lama-kelamaan bisa memengaruhi performa kerja dan kontribusi Anda pada perusahaan,” tambah Bernadette.
Walau demikian, tak selamanya orang yang hobi menggurui itu salah. Sebab, tak tertutup kemungkinan, barangkali memang orang yang diguruinya punya andil karena ketidakmampuannya jalan seiring dengan rekan lain setim.
“Coba perhatikan, apakah memang dia hanya melakukan itu kepada Anda atau memang kepada tiap orang. Jika hanya kepada Anda, apalagi jika ada lebih dari satu orang yang menegur Anda, jangan-jangan kesalahan ada di pihak Anda,” kata Bernadette, mengingatkan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda perlu refleksi diri juga. “Lebih baik lagi, ambil saja masukan positif yang bermanfaat. Jika sudah terasa mengganggu, barulah Anda bersikap tegas,” kata Bernadette.
Reynette Fausto


