Celebrity
Harly Valentina Bastiaans, Sang Penetap Target

9 Apr 2013

“Menjadi seorang model dan pembaca berita adalah impian saya. Sekarang, saya akan mewujudkan impian itu, dengan memulainya dari ‘ketikan ini’ di halaman formulir pendaftaran Wajah Femina 2012. This is my turn!” 

Itulah penggalan kalimat yang ditulis Harly Valentina Bastiaans (20) pada formulir online Wajah Femina (WF) 2012. Hanya dalam hitungan bulan, ia mampu mewujudkan mimpinya, menjadi pemenang Wajah Femina kategori Best Presenting. 

Mata Harly berbinar-binar saat bertemu femina, dua bulan setelah malam penobatan WF 2012. “Saya baru saja ikut casting presenter di sebuah stasiun televisi swasta. Ini pengalaman pertama buat saya,” ungkapnya, bersemangat. Setelah memenangkan gelar Best Presenting WF 2012, ia mengaku merasa lebih percaya diri untuk mengikuti casting sebagai penyiar berita. 

Pengalaman pertama casting ini sangat berkesan bagi Harly. Pasalnya, begitu ia selesai membacakan berita, semua kru bertepuk tangan. “Mereka merasa cocok dengan karakter suara saya,” ungkap wanita kelahiran 3 Mei 1992 ini, bangga. Saat itu juga, Harly dinyatakan lolos ke tahap simulasi. 

Harly merasa sangat beruntung. Dari 12 orang yang lolos ke tahap simulasi, hanya dia yang belum memiliki pengalaman sebagai presenter. Sedangkan ke-11 kandidat lainnya, sudah mempunyai jam terbang dan ‘nama besar’ di dunia penyiaran. 

Mahasiswa semester enam di Jurusan Ekonomi Manajemen, Universitas Atmajaya  ini menyadari, WF 2012 memiliki andil atas semua hal yang ia capai saat ini. “Ajang ini menggali potensi saya sebenarnya, sebagai presenter, yang selama ini saya abaikan,” ungkap wanita yang mahir mendesain kartu ucapan ini.

Selama ini, Harly hanya tahu dirinya ingin menjadi model yang suatu saat berjalan di catwalk. Ia memang memiliki pengalaman sebagai model kalender dan katalog online sebuah label pakaian wanita. Namun, ia tak pernah menyadari potensi lain dalam dirinya hingga ia mengikuti kelas presenting yang disampaikan Valentino Simanjutak, yang seolah ‘membangunkan’ passion di dalam dirinya. 

“Materi yang disampaikan Valentino sangat juara! Bagaimana cara kita knowing the audience, building relation, dan win over the audience, semua ini modal utama untuk menjadi presenter profesional,” jelas Harly, bersemangat. Setelah mengikuti kelas itu, terjawab sudah rasa keingintahuannya tentang dunia penyiaran.

Tak hanya itu, pengalaman Isyana Bagoes Oka, Pemenang WF 2000, yang kini menjadi news anchor, memotivasi Harly untuk mengikuti jejaknya. Sejak kelas presenting berakhir, ia fokus menetapkan target meraih gelar Best Presenting.

Bagi Harly, tidak ada yang tak mungkin. Dalam hidup, ia memegang teguh prinsip ‘kemauan, semangat, dan target’, yang ia pelajari dari mamanya, Yulianti Susanto. Beliaulah pendukung setianya dalam kompetisi WF 2012. “Mama bahkan memfotokopi foto saya di halaman femina, untuk disebarkan ke semua tetangga agar mereka memilih saya,” ujarnya, tertawa terbahak.  

Langkah Harly dalam mewujudkan mimpi terlihat mulus saat Erwin Parengkuan, juri presenting, memuji suaranya dan memilihnya sebagai finalis terbaik saat penjurian. Menurut Erwin, secara keseluruhan, mulai dari artikulasi, karakter suara microphonic, penghayatan, ditambah rasa percaya diri, Harly unggul dari finalis-finalis lainnya.  

“Duduk dalam jajaran 20 finalis ini merupakan kemurahan Tuhan. Kemenangan ini adalah bonus sekaligus tiket untuk melancarkan jalan karier yang akan saya pilih,” ujar wanita berdarah Manado-Cina-Belanda ini. Ia mengatakan, inilah pencapaian terbaiknya, yang ia persembahkan bagi sang ibu yang menjadi inspirasinya. 

Daria Rani Gumulya
Foto: Priscillia 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?