Celebrity
Goop.com

4 Feb 2015


Goop.com – Gwyneth Paltrow

    Meraih sukses komersial bukanlah tujuan Gwyneth saat membangun Goop. Ia hanya ingin berbagi resep masakan, merekomendasikan destinasi liburan dan beragam tip lainnya. “Banyak orang bertanya pada saya tentang segala hal, seperti salon yang bagus untuk melakukan bikini wax di Paris, restoran yang enak dan hotel mana yang nyaman. Informasi itu saya kumpulkan dan tiba-tiba saya berpikir, mungkin bukan hanya teman-teman saya yang tertarik pada informasi ini,” ungkap Gwyneth.
Ide awalnya sederhana, Gwyneth ingin membuat newsletter mingguan yang dikirim lewat e-mail. Namun, idenya berkembang menjadi sebuah situs gaya hidup. Situs komersial yang sekaligus menjadi sarana ideal bagi Gwyneth untuk melampiaskan kreativitasnya sambil mengasuh Apple dan Moses, buah hatinya.
Situs Goop isinya persis seperti majalah gaya hidup wanita: resep masakan, lembar mode, travel, artikel diet dan kebugaran, serta beragam artikel feature lainnya. Semua yang ditulis dan ditampilkan dalam Goop adalah pilihan pribadinya. Goop adalah cerminan gaya hidup Gwyneth. Naksir jaket kulit yang dikenakan Gwyneth di halaman mode Goop? Atau ingin tahu krim perawatan kulit  yang digunakan Gwyneth? Ada webshop yang menjual semua produk pilihannya.
Gwyneth lantas menggandeng kaum profesional untuk mewujudkan Goop,  Seb Bishop, pengusaha Inggris yang juga pakar di bidang online advertising. Situs yang dinamai dari nama panggilan Gwyneth ini menampilkan gaya hidup berkelas dengan produk-produk high-end. Beberapa perancang ternama seperti Stella McCartney diundang untuk merancang produk yang dijual Goop. Artikel liburan dan tempat makannya juga menampilkan tempat-tempat eksklusif.
Namun, karena menampilkan gaya hidup berselera tinggi, Goop menuai kritik tajam. Siapa yang sanggup membeli sehelai gaun yang harganya nyaris 2.000 dolar AS? Demikian salah satu suara sumbang tentang Goop. Goop dianggap mengawang-awang dan tidak realistis. Mereka yang pro-Gwyneth membelanya dengan menyatakan bahwa selebritas sekelas Gwyneth tidak akan berbelanja barang murahan. Sebagian lagi menyatakan bahwa isi Goop sama layaknya dengan majalah wanita yang beredar di pasaran.
    Meski didera kritik, Goop jalan terus. Lewat Goop, sisi lain Gwyneth terungkap. Aktris yang selalu langsing ini ternyata andal di dapur. Resep masakan yang ditampilkannya di Goop disambut antusias. Gwyneth pun menerbitkan buku masak best-seller, MyFather’s Daughter dan Notes From My Kitchen Table. Berakting pun berubah menjadi pekerjaan sampingan. Agenda Gwyneth kini penuh dengan jadwal demo masak, promosi buku dan menjadi pembicara tentang kiat berbisnis di internet.
    Popularitas Gwyneth sebagai lifestyle guru makin berkibar, tapi Goop terus merugi. Minim pemasukan dan sepi iklan, padahal pengeluaran jalan terus. Ketika kantor Goop dipindahkan dari London ke Los Angeles (seiring dengan perceraian Gwyneth dari Chris Martin, vokalis Cold Play), Goop belum juga menghasilkan keuntungan. Namun, Gwyneth pantang mundur, ia menganggap kerugian ini normal dalam berbisnis. Lisa Gersh, mantan Chief Executive Martha Stewart Living Omnimedia, diangkatnya untuk mengelola Goop. Di bawah duet Lisa dan Gwyneth, plus 15 orang karyawan, Goop dirancang ulang untuk diluncurkan kembali di tahun 2015. Siapa tahu di tahun baru Goop bisa mendulang keuntungan.(f)



 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?