Health & Diet
Gadget Alert!

8 Nov 2011

Namanya juga laptop, maka kita sering memangkunya di atas paha, sambil duduk santai di sofa atau tempat tidur. Walau bahayanya masih dipertanyakan, berbeda dengan komputer desktop, paparan radiasi elektromagnetik dari layar dan body laptop bersentuhan langsung dengan tubuh kita ketika kita memangkunya.

Bentuk efek paparan radiasi peng-ion seperti pada radiasi nuklir  adalah terjadinya alter DNA, yaitu mutasi gen dan tumbuhnya sel-sel kanker. Dibandingkan dengan radiasi nuklir, Budi Haryanto, Ph.D., M.Sc., MSPH., ahli kesehatan lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, mengatakan, frekuensi radiasi (biasa disebut ‘medan magnet’) laptop memang kecil dan masuk dalam golongan ELF (extremely low frequency radiation). Kira-kira frekuensinya sama dengan paparan radiasi dari layar televisi, hairdryer, lemari es, dan lain-lain.

Namun, meski tak semengerikan itu, paparan radiasi medan magnet dari laptop terjadi dalam jarak sangat dekat dengan tubuh dan dalam waktu yang relatif lama. Karenanya, dapat meningkatkan risiko infertilitas, gangguan kehamilan, dan kanker testikel.

Tentang ini, ada sebuah hasil studi menarik. Disebutkan, pria yang sering menempatkan laptop di pangkuan, ternyata perkembangan produksi spermanya terganggu. Namun, Budi juga menyebutkan pendapat lain, bisa saja, gangguan itu terjadi lebih karena paparan hawa panas dari laptop yang membuat suhu skrotum (buah zakar) meningkat.
Postur tubuh yang acapkali sembarangan saat menggunakan laptop, juga dapat menimbulkan repetitive strain injury (lebih detail, lihat di bawah). Gejala awalnya, pegal-pegal di seputar punggung, leher, dan pundak.  
 
Tip
  • Letakkan laptop di landasan yang stabil, jangan di atas paha.
  • Break secara teratur, gunakan untuk mengistirahatkan tubuh bagian atas yang terasa tegang.
  • Sambil mengetik, duduklah yang tegak dan letakkan bantal yang nyaman di belakang punggung.   

Angela H. Wahyuningsih


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?