Senin kemarin (06/05), Pepsodent, melansir dua hasil survei yang menyoroti mengenai kebiasaan menyikat gigi di malam hari utamanya ibu dan anak. Hasil survei pertama memperlihatkan data mengejutkan bahwa sekitar 46% responden dari 165 keluarga menyikat giginya hanya sekali sehari dengan frekuensi terbanyak dilakukan di pagi hari saat mandi. Didapatkan pula bahwa frekuensi rata-rata ibu menyikat gigi 1,5 kali sehari dan anak hanya 1,3 kali dengan waktu rata-rata menyikat gigi kurang dari 2 menit.
Survei kedua melibatkan 1.634 responden online, yang terdiri dari anak (usia 8-12 tahun) dan orang tua di 4 negara yaitu: Perancis, India, Italia dan Indonesia, didapatkan bahwa 71% orang tua dan 74% anak tidak menyikat gigi di malam hari. Di Indonesia angka ini lebih tinggi, yaitu 79% orang tua dan 85% anak tidak menyikat gigi di malam hari sebelum tidur.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan (RISKESDAS) 2007, DKI Jakarta merupakan salah satu dari 3 propinsi yang mempunyai persentase tertinggi untuk menyikat gigi dua kali sehari sebanyak 98.5%. Sedang secara Nasional proporsi masyarakat yang menyikat gigi setiap hari dua kali sehari tetapi di waktu mandi pagi dan sore adalah 90,7%. Sedangkan yang melakukannya di saat yang tepat yaitu setelah sarapan pagi hanya sebesar 12.6% dan malam sebelum tidur hanya 28.7%.
Menanggapi hasil tersebut, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClindent., MDSc selaku Professional Relationship Manager Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk. mengatakan, ”Kami semakin terpacu untuk terus menggalakkan kebiasaan sikat gigi. Program Pepsodent kali ini ingin merangkul para orang tua untuk memberikan bekal kepada anak dengan menjadi role model yang baik, terutama dalam hal menyikat gigi, lewat kampanye yang difokuskan untuk menggalakkan kebiasaan baik menyikat gigi saat malam hari sebelum tidur (Sikat gigi Sebelum Tidur/SST)”.
Dari kacamata psikologi, orangtua terutama ibu adalah figur paling penting sebagai “role model” dalam mengajarkan suatu kebiasaan kepada anak, karena anak adalah peniru ulung.
“Perubahan perilaku tidak hanya memerlukan elemen tunggal, namun perlu 5 elemen yaitu mudah dipahami/dimengerti, dibuat semudah mungkin, dibuat menyenangkan untuk anak, diberikan hadiah (rewarding), dan dijadikan kebiasaan sehari-hari. Untuk itu, ibu perlu berdisiplin dalam menyikat gigi malam hari sebelum tidur, agar anak meniru kebiasaan tersebut," tukas Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psikolog anak.
drg. Syarif Hidayat, SpKGA(K) selaku Ketua IDGAI mengajak para ibu untuk memulai dan membiasakan diri serta mengajak anak mereka menyikat gigi di malam hari sebelum tidur. drg. Syarif juga menghimbau para ibu agar tidak lagi takut, malas atau enggan mengajak anak-anaknya pergi ke dokter gigi sedini mungkin.
“Jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin, dapat mengurangi masalah gigi berlubang pada anak hingga 50%, karena bakteri berkembang biak lebih cepat di malam hari," ujar drg. Syarif.
Woro Hartari Trianti



