Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penglihatan seseorang menjadi kabur. Lensa mata yang keruh menyebabkan cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina sehingga menyebabkan penglihatan buram, bahkan sampai tidak bisa melihat. Penyebab terbanyak dari katarak adalah proses lanjut usia atau degenerasi yang mengakibatkan lensa mata menjadi keras dan keruh. Penyebab lain adalah trauma/cedera pada mata, bawaan lahir, penyakit sistemik seperti diabetes, penggunaan obat tertentu dalam jangka waktu yang lama, atau terkena sinar matahari (ultraviolet) yang berlebihan.
Dulu, metode yang digunakan untuk operasi katarak adalah Intra Capsular Cataract Extraction, dengan mengeluarkan seluruh bagian lensa dan intinya. Ini sudah ditinggalkan karena menimbulkan komplikasi akibat luka sayatan lebih dari 1 cm dan pasien sesudahnya harus menggunakan kacamata yang tebal.
Teknologi paling mutakhir untuk operasi katarak adalah fakoemulsikasi, teknik operasi mata menggunakan getaran ultrasonic dan membuat luka irisan 1,7- 2,5 mm. “Prinsipnya, lensa dipecah dalam beberapa bagian, yang selanjutnya lensa yang hancur diisap dengan alat, kemudian dipasang lensa tanam lipat (foldable intra ocular lens),” ujar dr. Ikhsan Revino, Sp.M dari SMEC Klinik Mata Keluarga, Jakarta.
Dengan teknik ini, berapa pun derajat ketipisan katarak, operasi dapat dilakukan tanpa menunggu katarak menebal. Operasi dilakukan sekitar 10 menit dan pasien tidak perlu rawat inap. Dokter Ikhsan mengatakan, keuntungan teknik ini ialah luka irisan kecil, tanpa jahitan, tanpa suntik, dan tanpa perban sehingga penyembuhan lebih cepat. (f)


