Baru-baru ini, Rumah Sakit Gleneagles Singapura memperkenalkan teknologi medis Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO). Alat medis ini adalah pengganti fungsi jantung dan paru-paru. Alat ini telah membantu 10-15 pasien tiap tahunnya untuk melewati masa kritis ketika mengalami kegagalan fungsi jantung dan paru-paru. ECMO terdiri dari sebuah pompa dan beberapa tabung. “Pompa akan menarik darah dari pasien melalui tabung, memompa darah melalui membran oxygenator, kemudian kembali ke pasien. Membran oxygenator bertindak seperti paru-paru, menambahkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dari darah,” ungkap dr. Su Jang Wen, ahli bedah toraks dan kardiovaskular Gleneagles Hospital.
Alat ini dirancang untuk menggantikan fungsi dari jantung atau paru-paru yang lemah, selagi tim dokter memulihkan jantung atau paru-paru yang terserang penyakit sampai bisa berfungsi normal kembali seperti sediakala. Alat ini digunakan pada pasien myocarditis atau peradangan pada otot jantung akibat infeksi virus, juga pada kasus gagal jantung, serangan jantung, dan shock kardiogenik (jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh), pasca operasi jantung terbuka, atau gagal napas. Lamanya penggunaan ECMO tergantung dari perkembangan kondisi jantung atau paru-paru pasien.
“Selama pemasangan ECMO pada pasien, tim dokter akan tinggal di rumah sakit untuk mengontrol perkembangan jantung minute by minute, sehingga kita dapat melihat sejauh mana perkembangan pasien untuk pulih sebelum kami melepas alat tersebut,” jelas dr. Su Jang Wen. ECMO saat ini terbatas digunakan, karena meski tingkat keberhasilan alat ini mencapai angka 70%, teknologi ini masih sangat mahal. (f)


