Eva Green mengakui, hidupnya di dunia film bagai petualangan roller coaster. Gemerlap kesuksesan datang hanya sebentar. Ia merasakan, sukses atau tidaknya ia bekerja, sepenuhnya tergantung pada mood para aktor lainnya. ”Itu sebabnya, awalnya susah buat saya untuk relaks selama syuting. Tapi sekarang, saya sudah terbiasa,” ungkapnya. Hal yang juga kurang disukainya adalah ‘tuntutan’ Hollywood untuk tetap langsing. Ia pernah dengan jujur mengatakan, dirinya bisa depresi kalau diharuskan berdiet. Di film-film awalnya, ia pernah diminta untuk menurunkan berat badan. Padahal, ibunya pun sudah melihat tubuhnya terlalu kurus.
“Untuk itu, saya cuma makan kuah sup. Tapi, lantas saya merasa tidak sanggup lagi. Makanan penting buat tubuh saya. Saya berhenti diet,” kisah Eva. Lantas, ia berujar, sekalipun dirinya merasa seperti ugly duckling di tengah kemilau aktor-aktris Hollywood yang langsing dan seksi, ia tidak akan mau menjalani bedah plastik demi mendapatkan itu semua.
“Soalnya, hidup ini bukan semata tentang fisik dan seberapa cantiknya kita. Melihat kolega yang menempuh bedah plastik, malah teringat bahwa mereka sudah tua. It’s awful,” kata Eva, lugas.
Eva mengaku hanya mau mengejar peran menantang dan kompleks. Alasannya, aktris cantik biasanya cuma kebagian peran sebagai pacar seseorang. Sering kali, wanita hadir di film hanya untuk sekadar cantik bagi sebuah karakter pria. “Nah, yang seperti itu sungguh-sungguh membosankan,” ungkapnya. Tak heran, peran-peran berkarakter ‘gelap’-lah yang kerap diperankannya.
Soal berbusana pun, Eva cenderung bersahaja, kontras dengan ‘kebiasaan’ komunitas Hollywood umumnya. Untuk penampilannya, ia lebih memilih berbelanja produk high-street (butik-butik kecil berdesain kelas tinggi) ketimbang di upmarket stores (toko-toko besar ternama di dunia).
“I don’t think I am very fashionable,” katanya. Ungkapan Eva itu sekilas menjelaskan, dirinya yang sebenarnya adalah bukan seperti Eva yang model Christian Dior, Emporio Armani, dan Lancome.
“Tak sedikit orang yang menilai saya aneh. Kesan pertama, saya orangnya kaku dan dingin. Wajar, karena saya selalu menjaga jarak dengan orang lain. Saya membenamkan diri dalam-dalam di dunia akting, karena dengan begitu saya bisa selalu memakai topeng,” tukas Eva. Satu-satunya pria yang dikabarkan pernah dekat dengannya adalah Marton Csokas (45), aktor Selandia Baru, sesama pemeran film Kingdom of Heaven. (f)


