Health & Diet
Enyahkan Gula

3 Sep 2014

Di pasar banyak sekali beredar suplemen seperti kolagen, melia biang, lutein, plasenta domba, dan banyak lagi. Masing-masing menjanjikan manfaat antipenuaan untuk kulit, penglihatan, organ tubuh dalam, dan sistem metabolisme. Namun, seberapa perlu dan efektif suplemen seperti ini?
   
Menurut dr. Phaidon, semua kandungan alami yang membantu tubuh melawan penuaan terdapat   dalam buah-buahan, sayur mayur, protein, dan karbohidrat. Kolagen misalnya, secara alami dihasilkan dari bahan baku vitamin C dan E.
   
“Jika ingin kulit tidak kusam, perbanyaklah makanan kaya serat. Akibat kurang mengonsumsi makanan berserat, banyak toksin dari tinja yang masuk kembali ke dalam peredaran darah,” jelas dr. Phaidon. Rutin mengonsumsi makanan berserat, seperti mengganti nasi putih dengan nasi merah, akan membuat kulit menjadi cerah.
   
Jika Anda ingin wajah minim kerut, dr. Phaidon menyarankan untuk mengenyahkan gula pasir dari menu Anda dan mengurangi konsumsi tepung terigu. Kalau itu dilakukan, maka seiring waktu kerutan akan berkurang. Mengonsumsi makanan yang  tinggi luteinnya  berfungsi untuk mencerahkan penglihatan mata sekaligus membuat kulit mulus bebas kerut.

Tak perlu mengonsumsi suplemen, lutein banyak terdapat pada sayuran berwarna kuning, seperti jagung (mentah) atau wortel. Agar manfaatnya optimal, dr. Phaidon menyarankan agar sayuran tersebut dihaluskan terlebih dahulu. Lutein ini terdapat pada sel tumbuhan yang dilindungi dinding selulosa yang keras. Pengunyahan yang tidak sempurna sulit memecah semua sel tumbuhan.

Dokter Phaidon kembali menekankan bahwa anti aging bukan sekadar perawatan kulit. “Mengonsumsi suplemen anti aging tanpa dibarengi dengan   gaya hidup yang sehat, tidak ada gunanya,” tegas dr. Phaidon.

Kalau Anda masih mengonsumsi gorengan dan lemak jenuh, maka usaha Anda akan sia-sia saja. Pasalnya, makanan jenis ini dapat mengakibatkan peradangan sel dan mempercepat penuaan. Terlalu banyak gula, nasi putih, dan makanan berbahan dasar tepung gandum putih olahan  dapat menyebabkan terbentuknya AGE (Advanced Glycation End Products),  hasil sampingan dari proses metabolism dari makanan yang tidak sehat tadi. Senyawa kimia ini dapat memicu munculnya penyakit degeneratif, seperti diabetes, asam urat, jantung, Alzheimer, dan merusak kolagen yang berfungsi menjaga kekenyalan kulit.

Naomi Jayalaksana


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?