Home Interior
Empat Gaya Shabby Chic

31 Jul 2015

Terapkan salah satu dari gaya shabby chic ini di rumah Anda.

•    English Country Shabby Chic
Shabby chic ala Inggris punya ciri elegan, baik dari warna maupun pola. Sedikit berbeda dari shabby chic pada umumnya, gaya English country ini kerap diramaikan dengan warna solid yang identik dengan kesan mewah, seperti biru navy,  kuning keemasan, dan maroon. Untuk menetralkannya, warna-warna tersebut dipadukan dengan putih atau krem.

Dekorasi interior bergaya English country umumnya diramaikan dengan lukisan klasik, pajangan berbahan keramik, dan wallpaper bermotif toile (gambar pedesaan tradisional dengan pola perulangan). Konsep furnitur juga difokuskan pada bentuk-bentuk klasik berdimensi besar, contohnya furnitur bergaya Chippendale (desain furniture karya Thomas Chippendale yang berjaya di era 1750an).  Anda masih dapat memberikan sentuhan modern berupa penggunaan coffee table bergaya minimalis, artwork kontemporer, dan sofa berdetail kancing.

•    French Country Shabby Chic
Aliran shabby chic satu ini mendapat pengaruh dari gaya rumah petani Prancis. Dinding bata ekspos menjadi ciri utama interiornya, dengan sisi dinding lainnya dihiasi oleh wallpaper borders (jenis wallpaper memanjang yang diterapkan sebagai garis batas tengah atau pinggir dinding).  Furnitur handmade berbahan kayu, kain pelapis berbahan rajutan, ukiran dan lukisan tangan, menjadi aspek utama pengisi ruang. Sebagai pelengkap, bisa ditambahkan taplak meja, gorden, pelapis bantal dan sofa dengan motif bertema desa pertanian.

Konsep warna interior French country mengadaptasi warna-warna pemandangan alam pedesaan yang disinari cahaya matahari. Itulah mengapa warna yang menjadi aksen utamanya berkisar pada warna cerah, seperti merah, oranye, kuning, dan hijau muda. French country juga dapat diadaptasi menjadi gaya French boudoir. Gaya ala dressing room klasik ini bisa diterapkan pada kamar tidur anak perempuan, dengan palet warna didominasi merah muda.

•    Beach Cottage Shabby Chic
Sesuai dengan namanya, gaya beach cottage terinspirasi dari rumah pondok di pantai dengan warna dan dekorasi khas lautan. Biru mewakili laut, krem mewakili pasir, dan putih mewakili shabby chic itu sendiri, membentuk palet warna yang netral sehingga tidak terlalu feminin untuk diterapkan. Warna netral juga terlihat pada pemilihan jenis kayu berwarna terang, contohnya sungkai dan jati belanda.

Salah satu identitas utama beach cottage adalah  built-in bench atau built-in sofa. Tak lupa, beberapa bantal dengan cushion cover warna biru dan gradasinya. Esensi pantai juga bisa direpresentasikan lewat aksesori-aksesori sederhana, seperti bintang laut, botol pasir, dan pajangan bertema terumbu karang.

•    Gustavian Shabby Chic
Nama Gustavian shabby chic diambil dari nama tokoh yang memopulerkannya, yaitu Raja Gustav III dari Swedia. Kunjungannya ke Istana Versailles begitu menginspirasinya untuk membawa sentuhan shabby chic ke negaranya sendiri. Dibanding aliran shabby chic lainnya, gaya Gustavian terbilang paling elegan karena menggunakan furnitur-furnitur klasik yang masih kaya akan bentuk lekuk, siluet melengkung, dengan tambahan ornamen berbahan logam.

Palet warna interior Gustavian didominasi oleh abu-abu dalam tingkatan yang cukup terang mendekati putih. Warna yang menjadi aksen pelengkapnya antara lain biru dan kuning oker (hasil tambang yang mengandung logam). Warna kuning oker inilah yang menjadi penegas kesan mewah pada interior Gustavian. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?