Health & Diet
Dukan Diet

23 Dec 2013


Ketika beredar kabar bahwa Duchess Catherine of Cambridge menjalani diet tinggi protein Dukan Diet, maka diet ini menuai popularitas yang mendunia. Selain Kate Middleton beserta ibunya, Carol, dan adiknya, Pippa, Dukan Diet juga konon diikuti penyanyi Jennifer Lopez, aktris Nicole Kidman, dan supermodel Gisele Bundchen.

    Pelaksanaan diet ciptaan dokter asal Prancis, Pierre Dukan, ini mengacu pada daftar 100 makanan yang boleh dikonsumsi sebanyak-banyaknya dalam Dukan Diet 100 Safe Food List, yaitu 72 jenis makanan hewani dan 28 jenis makanan nabati, yang dimakan dalam empat tahapan diet.   

    Tahap pertama, Attack, hanya memperbolehkan konsumsi protein dan maksimal tiga sendok makan sereal gandum selama dua hingga tujuh hari. Tahap kedua, Cruise, yaitu mengonsumsi sayuran (yang tercantum pada daftar) dua hari sekali, diselingi dengan tahap Attack, selama sekitar lima hari atau sampai target berat badan tercapai.

    Tahap ketiga, Consolation, hanya membolehkan makan dua potong roti dan seporsi buah dan keju dalam menu makan harian, ditambah selingan dua porsi karbohidrat dan dua ‘celebration meals’ dalam sepekan. Tahap ini dilakukan selama kurang lebih sepuluh hari. Di tahap keempat, Permanent Stabilisation, pelaku Dukan Diet bebas mengonsumsi apa pun dalam daftar, dengan catatan harus mengimbanginya dengan menjalankan tahap Attack sekali dalam sepekan.

Menurut Emilia E. Achmadi, MS., RD. dari Healthy Lifestyle Program Orang yang kelebihan berat badan umumnya banyak mengonsumsi karbohidrat, dan memiliki simpanan lemak berlebih. Nah, untuk membakar lemak berlebih itu, asupan karbohidrat dapat dihentikan sementara dan diganti dengan asupan nutrisi yang meningkatkan metabolisme, yaitu protein. Namun, orang dalam kondisi kesehatan rata-rata tidak perlu menjalani pola makan tinggi protein seperti Dukan Diet.

    Selain itu, menurut Emilia, sebuah pola makan seharusnya tidaklah eksklusif atau memilah-milah makanan. Konsumsi makanan hewani maupun nabati haruslah seimbang sesuai dengan kebutuhan aktivitas tubuh. Pola makan yang mengharuskan konsumsi protein hewani saja sebagai asupan utama juga akan membutuhkan biaya yang besar, sehingga tidak bisa terjangkau semua orang.

    Pola makan dengan asupan protein yang terlalu tinggi pada gilirannya  juga akan mengganggu pencernaan. Ketika seseorang hanya mencerna bahan makanan hewani, enzim dan flora di usus akan memproduksi gas yang di antaranya berbasis nitrogen, amonia, dan sulfida, sehingga menimbulkan bau mulut.

    Dalam Dukan Diet, kondisi bau mulut dipandang sebagai pertanda baik terkait turunnya berat badan. Untuk mengatasi bau mulut, disarankan untuk banyak minum air putih atau mengunyah permen karet bebas gula.

    Emilia mengingatkan bahwa Dukan Diet hanya fokus pada penurunan berat badan semata, tapi tidak memikirkan kondisi sistem pencernaan. Hal ini menunjukkan bahwa pola makan ini tidak bisa disebut sebagai pola makan sehat. 

    Pola makan seperti Dukan Diet bisa dibilang hanya sebuah pola makan insidental untuk tujuan tertentu, bukan sesuatu yang bisa diterapkan secara jangka panjang.  Dukan Diet bahkan lebih cocok disebut treatment (perawatan) ketimbang diet, yang seharusnya bisa dilakukan seumur hidup.(PUJI MAHARANI)

 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?