Meski masih tergolong muda dan memiliki prestasi akademis yang baik, sifat pelupa tak juga hilang. Bahkan semakin bertambnah parah, padahal sudah membiasakan diri membuat catatan-catatan kecil. Apakah otak mengalami gangguan?
Dari segi psikologis, seseorang cenderung mudah lupa bila tidak membuat prioritas akan suatu hal. Untuk mengatasinya, buat semacam to-do-list dengan menempatkan hal-hal rutin sebagai hal yang paling diprioritaskan, agar Anda tidak mudah melupakannya. Selain membuat catatan, Anda sebaiknya juga membuat check list pekerjaan rutin. Beri tanda, pekerjaan mana saja yang sudah atau belum Anda kerjakan.
Sifat pelupa di usia muda, bisa saja berkaitan dengan gangguan organik di otak, yakni gejala awal penyakit Alzheimer. Tetapi, untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan teliti, termasuk dengan menggunakan MRI (magnetic resonance imaging).
Yang perlu Anda ingat, kebiasaan memeriksa sesuatu hal secara berulang kali justru dapat memicu gangguan kejiwaan (neurosis) yang disebut sebagai obsesif kompulsif. Gangguan ini agak sulit disembuhkan dan membutuhkan terapi yang lumayan rumit. Tetapi, tak perlu khawatir. Selama Anda membiasakan diri membuat catatan to-do-list dan perencanaan aktivitas sehari-hari, sifat pelupa dapat diminimalkan. (f)


