Sex & Relationship
Dilamar Sahabat

1 Jul 2013


Saya sudah bersahabat dengan M selama bertahun-tahun. Saya akui, dulu sekali  saya pernah suka kepadanya, tapi perasaan itu hilang dengan  makin dekatnya kami sebagai sahabat. Keluarga kami juga sudah akrab. Seminggu lalu, tiba-tiba ia mengajak saya menikah. Saya bingung dan kaget, rasanya ia   tidak pernah tertarik kepada saya. Bagaimana saya harus bersikap?

Carolina – Medan

Menurut Psikolog Irma Makarim, Kalau kita melihat dengan jujur dalam kenyataannya, memang tidak semua orang menikah karena cinta. Tiap orang punya alasan tertentu di balik keputusannya menikah. Mereka juga memiliki tujuan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan diri sendiri dan pasangan. Tak dipungkiri,  ada pasangan yang  menikah dengan  tujuan tak sehat, seperti alasan bisnis atau desakan orang tua. Tetapi, tak sedikit pasangan menikah dengan alasan yang bijaksana dan membangun rumah tangga bahagia.

Kesempatan memiliki rumah tangga bahagia, banyak dipengaruhi oleh hal-hal yang mereka anggap penting. Sahabat Anda tentu punya alasan tertentu. Siapa tahu, tanpa Anda sadari, selama ini ia memendam rasa cinta pada Anda.  Namun, ia tidak berani mengungkapkannya karena takut kehilangan sahabat. Yang jelas, ia menikmati kehadiran Anda dalam hidupnya dan ingin kondisi seperti ini bisa terus berlangsung. Makanya, ia merasa perlu meningkatkan kedekatannya dengan Anda.  

Memang, permohonannya mengejutkan dan membuat Anda bingung, tapi yang penting  jangan ambil sikap tertentu atau menolaknya. Pikirkan dulu matang-matang. Tiap orang pasti mengharap pendamping yang menyenangkan, yang  bisa menjadi teman dekat dalam kehidupan sehari-hari, dan merasa cocok satu sama lain. Praktisnya ini mudah ditemukan pada seorang teman dekat, meski faktor cinta juga berperan penting. Renungkan apa yang selama ini Anda alami dan rasakan.


Sedangkan menurut Psikolog Monty Satiadarma, Anda layak menerima lamaran seseorang hanya jika Anda bersedia. Sebaliknya, jika Anda tidak bersedia menerima lamaran, jangan memaksakan diri untuk menerimanya. Anda tak harus bingung dan kaget, kecuali jika ingin membuat kesan lebih dramatis. Cukup katakan bahwa selama ini Anda mengakui dirinya sebagai sahabat dan tidak mempertimbangkan untuk menjadi pasangan hidup. Sebagai sahabat baik, rasanya ia pun bisa menerima keputusan dan sikap Anda.

Kalau dulu Anda pernah tertarik kepadanya, mungkin Anda merasa selaras dengannya sebagai sahabat, dan hal ini sudah berlangsung lama. Namun, hubungan ini tidak harus  berlanjut ke hubungan rumah tangga. Sikapi hal ini secara netral dan bersahaja, tidak perlu dibuat heboh. Jangan khawatirkan pula keakraban keluarga akan terguncang karenanya. Kecuali, Anda sendiri yang mengaitkan kondisi hubungan pribadi dengan interaksi keluarga yang lebih besar. Hal ini hanyalah masalah pribadi Anda berdua.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?