Digital Substraction Angiography (DSA) ialah teknik radiologi intervensi untuk mendapatkan gambaran aliran darah organ tertentu. Untuk menggambar pembuluh otak, cairan kontras disemprotkan melalui pembuluh leher sebagai pembuluh terdekat. Dengan memasukkan kateter khusus ke dalam pembuluh darah. DSA dapat diaplikasikan pada pembuluh jantung, kepala, kaki, perut, hati, dan organ lain. Radiologi intervensi prinsipnya ada 2 macam, memperlancar pembuluh darah dan menyumbat pembuluh darah yang bocor. dr. Samuel Tandionugroho Sp.Rad, seorang dokter radiologi intervensi dari Klinik Cerebrovascularcenter RS Awal Bros Bekasi menggunakan DSA untuk tujuan pengobatan stroke, migrain, vertigo dan sakit kepala. Stroke terjadi karena penyumbatan pembuluh darah di daerah otak. Ini mengakibatkan aliran darah jadi terganggu dan saraf tubuh tidak bisa bekerja dengan baik.
Dengan teknologi sistem digital yang terkomputerisasi, DSA bisa mendeteksi abnormalitas pada pembuluh darah secara lebih jelas dan terukur, serta penggunaan cairan kontras seminimal mungkin.
Kemajuan paling signifikan dibandingkan sistem konvensional, adalah penggunaan kateter melalui pembuluh kaki (femoral). Selain lebih nyaman, prosedur yang dikenal sebagai Trans Femoral Cerebral Angiography (TFCA) ini juga lebih aman bagi pasien, karena pembuluh leher (carotis) memiliki sensitivitas yang vital bagi lancarnya darah dari dan menuju otak. Jadi dengan tindakan invasif seminimal mungkin, hasil yang dicapai pun lebih baik.
"Prosedurnya DSA, dokter membuat sayatan kurang dari 0,5 cm untuk memasukkan kateter di lipatan paha. Kemudian kateter dicabut dan tutup lukanya. Terapinya memakan waktu sekitar 30 menit," ujar dr. dr. Samuel Tandionugroho Sp.Rad. (f)


