Health & Diet
Diet Kaya Protein

19 Mar 2014


Setelah dirawat di rumah sakit, Anda perlu memperhatikan sejumlah asupan yang masuk ke dalam tubuh, terutama karena masih dalam masa penyembuhan. Tubuh Anda perlu mengganti nutrisi penting yang terkuras agar kembali bugar. “Nutrisi utama yang harus ditambahkan ke dalam menu orang setelah sakit lama adalah protein, vitamin dan mineral, termasuk zat besi atau zinc,” kata ahli gizi Juniarta Alidjaja, DCN, AKp. dari Klinik Perisai Husada, Bandung.

Beberapa makanan seperti sup ayam, telur, susu, dan jenis-jenis menu lainnya yang mengandung protein, dengan cepat akan meningkatkan kekuatan tubuh. Sementara buah, sayur, kacang-kacangan, dan polong-polongan yang banyak mengandung magnesium, bisa mendongkrak proses penyerapan nutrisi sehingga mempercepat proses penyembuhan.

“Saat mengalami penyakit-penyakit infeksi seperti tifus, demam berdarah, diare, atau paru-paru, maka asupan protein saat sakit haruslah ditingkatkan dari 1 g/kg berat badan menjadi 1,5 g/kg berat badan,” saran Juniarta. Ini bisa dilakukan hingga berat badan kembali normal dan tubuh terasa bugar.

Sebetulnya, secara alamiah tubuh akan mencari-cari sendiri nutrisi yang telah terpakai ini setelah infeksinya habis atau virus dan bakteri dalam tubuh pasien mati. Biasanya kuman akan mati dalam waktu 7-10 hari. “Itu sebabnya, sehabis sakit lama, orang biasanya akan menjadi ‘rakus’ dan banyak makan. Ini adalah proses tubuh dalam upayanya untuk menggantikan nutrisi yang hilang,” ujar Juniarta.

Namun, tidak serta-merta semua makanan menjadi ‘halal’ untuk dimakan. “Perlu diingat, ketika baru sembuh dari sakit, organ-organ dalam tubuh masih lemah dan butuh waktu untuk penyesuaian,” Juniarta mengingatkan.

Makanan yang dianjurkan diberikan saat dan setelah sakit adalah makanan yang lebih lunak, takarannya tidak terlalu banyak tapi diberikan sering, dan tidak menggunakan banyak bumbu atau berlemak tinggi yang dapat merangsang rasa mual.

“Jaga juga pencernaan agar tidak mengonsumsi makanan yang terlalu asam, pedas, dan diperhatikan kebersihannya, terutama untuk mereka yang baru sembuh dari sakit tifus,” ujar Juniarta. Itu sebabnya, orang yang sedang atau setelah sembuh dari penyakit dianjurkan mengonsumsi makanan buatan sendiri, bukan beli dari luar. Begitu juga dengan produk olahan (sosis, nugget, bakso) atau mi instan, sebaiknya dihindari karena sistem imun tubuh yang masih lemah belum mampu menangkis efek buruknya.

Untuk menghindari kegemukan akibat kebablasan menuruti keinginan makan setelah sakit lama, Juniarta mengingatkan bahwa yang terpenting adalah kualitas makanan yang dikonsumsi, bukan kuantitasnya.

Makanlah secara seimbang sesuai kebutuhan tubuh yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Tapi, perlu lebih memperbanyak porsi protein, bukan karbohidrat atau lemak,” saran Juniarta. Makanan atau minuman manis yang mengandung gula juga harus dibatasi agar tak menyebabkan kegemukan.

Reynette Fausto


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?