Celebrity
Dian Sastrowardoyo Siap Menjadi Produser

28 May 2015

Lama absen di dunia layar lebar, Diandra Paramitha Sastrowardoyo muncul lagi dan berperan sebagai Tania Wulandary dalam produksi film drama komedi, 7 Hari/24 Jam.  “Saya sedang mempersiapkan diri untuk syuting 3 judul film yang akan segera diproduksi, yang rencana tayang pada tahun 2016,” katanya. Ia mengungkapkan, untuk kembali terlibat dalam film, banyak hal yang harus dipersiapkan, hampir sama saat pertama kali main film. Ia mengaku harus melatih dan menyegarkan kembali kemampuan akting, hingga membaca dan memahami skrip cerita film.
   
Ia berterus terang sempat merasa kaku dan grogi kala bermain dalam 7 Hari/24 Jam. Namun, pengalaman selama bertahun-tahun sebagai model dan aktris cukup membuatnya mampu mengatasi rasa grogi. “Main film itu ibarat naik sepeda. Kalau sudah pernah bisa sebelumnya, akan lebih mudah menjalankannya bila dilatih sebentar saja,” ujar Dian, tersenyum.

Dian bercerita, ia memilih menjauh dari dunia film karena ingin bekerja kantoran. Berbekal ijazah ilmu filsafat, ia melamar pekerjaan dan berhasil diterima menjadi karyawan di perusahaan konsultan manajemen internasional.  “Ini jadi salah satu jalan pilihan saya untuk meraih sesuatu yang besar. Di perusahaan ini, saya memulai karier dari nol. Enggak ada, tuh, Dian Sastro si pemain film. Saya juga berhasil meyakinkan perusahaan, saya mampu menyejajarkan diri dengan rekan-rekan di kantor,” kenangnya.
    
Mempelajari dengan saksama sistem kerja, dan bekerja hingga dini hari merupakan hal yang rutin Dian lakukan di awal ia bekerja. Hasilnya, pengabdiannya selama 3,5 tahun di perusahaan yang menjunjung tinggi nilai people first itu memberikan bekal yang sangat bermanfaat untuk Dian saat ia kembali bermain film.

Kedisiplinan, cara kerja teratur, dan profesional membentuk Dian menjadi aktris yang mengutamakan cara kerja yang tertata dengan baik. “Mungkin, sejauh ini saya satu-satunya aktris atau aktor Indonesia yang mencatat semua hal yang dibicarakan dalam meeting produksi film yang kemudian dikirim ke semua peserta rapat,” kata alumnus Universitas Indonesia ini.

Dengan tegas ia berkata, semua aktor dan aktris harus profesional bukan hanya saat berakting. "Bekerja di dunia kreatif bukan berarti bisa longgar dengan aturan, misalnya datang terlambat atau tidak menyimak apa yang dibicarakan,” tuturnya.  

Sekarang, ada misi yang akan segera ia wujudkan. Sejak awal tahun ini, selain persiapan syuting film, ia juga sudah mempersiapkan diri untuk menjadi produser film. Dian telah berdiskusi dan meminta saran dari produser senior, seperti Mira Lesmana dan Shanty Harmain, sebagai mentornya. Sekali dalam sebulan mereka bertemu untuk berdiskusi tentang tugas dan tanggung jawab seorang produser. Selain itu, ia juga membaca buku-buku tentang perfilman, seperti The Actor’s Art and Craft karya William Esper. “Saya belajar tentang penulisan cerita, sinopsis, dan menghitung anggaran produksi,” ujarnya.

Peraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Deauville, Prancis tahun 2002 ini beralasan, niatnya menjadi produser film adalah bagian dari tindakan regenerasi pada dunia perfilman Indonesia. Alasan lain, ia tidak mau selamanya menjadi objek, baik dalam film maupun bintang iklan. “Ibarat toko yang menjual barang-barang, sudah saatnya saya harus menjadi pemilik toko tersebut,” katanya, mantap.
Dengan semangat baru dan komitmen yang kuat, ke depannya Dian ingin film-film drama keluarga yang akan menjadi kekuatan produksinya. “Saya kan  pencinta berat film drama keluarga,” ungkapnya, tersenyum. (f) 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?