Sex & Relationship
Di Balik Kata Cinta

15 Feb 2013


Ketika kita mengira tahu banyak tentang cinta, ada saja fakta-fakta yang sering terlewati. Berikut ini 5 di antaranya yang perlu kita tilik dan renungkan ulang.

1. Tak ada kisah cinta yang sempurna.

Pendek kata, Anda mungkin tidak akan pernah bertemu sosok pasangan yang sempurna. ”Namun, justru ketidaksempurnaan inilah yang menjadikan sebuah kisah cinta sempurna,” ungkap psikolog Roslina Verauli. Setiap individu datang dengan keunikannya masing-masing, termasuk kelebihan dan kekurangannya. Dalam interaksinya, berbagai perbedaan ini akan menimbulkan gesekan-gesekan dan konflik.

Konflik inilah yang menurut Verauli menjadi penanda bagi sebuah hubungan yang harmonis. Artinya, kedua belah pihak peduli terhadap segala perbedaan yang menyebabkan konflik dan mengupayakan jalan keluar. Apakah itu melalui jalan toleransi maupun penyesuaian diri. Masih ingin berlanjut? Kunci keberhasilannya terletak pada seberapa kuat komitmen cinta Anda berdua.   

2. Cinta tanpa pengorbanan? Tidak mungkin!

”Pengorbanan adalah ketika kita mengalah untuk mendahulukan pasangan atau hubungan itu sendiri, dan dilakukan secara timbal balik,” ungkap Verauli. Bentuk pengorbanan itu bisa jadi berupa uang, curahan perhatian ekstra, atau berkurangnya frekuensi waktu Anda bersama teman-teman karena kekasih atau pasangan sedang membutuhkan perhatian.

Namun, selalu me-nomorsekian-kan diri sendiri tanpa memberi kesempatan diri untuk berkembang juga bukan bentuk pengorbanan yang baik. Karena, hal ini akan merusak penghayatan tentang diri, dan justru berdampak buruk bagi relasi. Misalnya, pasangan membatasi pergaulan Anda dengan teman-teman Anda. Hanya akan membuat Anda berubah menjadi katak dalam tempurung. Pengorbanan yang benar justru memberikan ruang bagi pasangan untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Cinta butuh ’petualangan’ yang menantang.

Kehadiran orang ketiga tidak termasuk dalam bentuk petualangan menegangkan yang dicari untuk meningkatkan kualitas hubungan. Namun, benar bahwa cinta bukan satu-satunya yang bisa mempertahankan sebuah hubungan kasih. Anda berdua perlu terlibat dalam petualangan menantang untuk bisa menghadirkan dopamin, atau hormon bahagia yang akan membuat api cinta Anda terus menyala.
   
Tak perlu seekstrem berpetualang sebagai turis backpacker di negara asing yang belum pernah Anda jamah. Sebab, petualangan itu sebenarnya bisa Anda temukan dalam keseharian, yaitu ketika Anda berdua berusaha memenuhi tantangan-tantangan untuk mencapai tujuan hidup bersama. Misalnya, mengatur aliran pemasukan dan pengeluaran sedemikian rupa, sehingga dengan sumber keuangan yang terbatas, Anda berdua tetap bisa mencicil rumah impian. ’Petualangan’ ini akan mempererat ikatan dalam hubungan. Ketika mencapai tantangan hidup ini, sebetulnya pasangan tanpa sadar menjalani komitmen bersama.

4.Kompatibilitas Bisa Diupayakan

Banyak orang yang mengukur kompatibilitas sebuah hubungan hanya berbekal daftar tentang siapa diri Anda dan siapa diri pasangan. Apabila di antara daftar tersebut Anda menemukan banyak kesamaan, maka artinya Anda berdua pasangan yang cocok. Sebaliknya, apabila banyak yang tidak sesuai, maka Anda tidak cocok.
   
Padahal, kompatibilitas atau kecocokan dalam hubungan hanya bisa diketahui saat dijalani dan diusahakan secara bersama-sama. Perbedaan itu tetap ada, baik dalam hal karakter atau keinginan-keinginan. Namun, keduanya tetap bisa berjalan dalam sebuah hubungan yang harmonis.

Seorang yang popular bisa saja memiliki hubungan yang kompatibel dengan orang rumahan. Caranya, sesekali si tipe rumahan bersedia ikut pasangan dalam agenda sosialnya. Sementara, si popular sesekali harus bersedia tinggal di rumah dan menghabiskan waktu bersama pasangannya yang orang rumahan. “Intinya, sebuah hubungan yang sehat tidak berjalan secara otomatis, tapi perlu diupayakan,” tegas Verauli.

5. Salah menerjemahkan nafsu sebagai cinta.

Bayangan kekasih mengambil porsi besar dalam jatah kehidupan Anda. Pendek kata, tak ada waktu yang terlewat tanpa memikirkannya. Ketika sedang bersama, rasanya tak ingin lepas dari dekapan kekasih, dan ketika berpisah Anda akan mengisi waktu dengan berbagai fantasi tentang pertemuan-pertemuan berikutnya. Dalam hal ini, sulit bagi Anda untuk membedakan apakah ini cinta sejati ataukah hanya sekadar nafsu yang baranya akan segera padam saat teruji oleh waktu. Sebab, lust don’t last.
   
”Ada nafsu atau seks dalam cinta, itu benar. Tetapi, fakta ini tidak berlaku sebaliknya. Sebab, nafsu atau seks hanya bersifat biologis, sementara cinta bersifat emosional,” ungkap Verauli. Ada tes sederhana yang bisa Anda pakai untuk memastikan apakah gelora asmara yang Anda rasakan itu benar cinta atau sekadar nafsu. Apabila Anda berdua hanya memiliki sedikit kesamaan minat, dan tidak ada lagi hal lain yang mengikat selain ketertarikan fisik, maka bisa jadi apa yang Anda rasakan berdua hanya dalam tataran nafsu. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?