Berjalan melewati gerbang kamp Nazi di Auschwitz. Menaiki perahu ke USS Arizona di Pearl Harbor. Berjalan kaki melalui medan perang dan situs lelang perbudakan semata-mata untuk menyusuri sejarah masa silam? Ataupun berjalan ke monumen peringatan 11 September, di mana menara kembar World Trade Center pernah berdiri untuk mengenang tragedi kemanusiaan zaman modern. Inilah serangkaian kegiatan yang bisa Anda ikuti dalam Dark Tourism.
Monumen nasional 11 September merupakan salah satu atraksi New York City yang paling populer,dan berhasil menarik lebih dari 2 juta pengunjung sejak dibuka pada 11 September 2011. Inilah pengalaman yang akan Anda dapatkan jika mengikuti rangkaian Dark Tourism.
Dark Tourism, adalah perjalanan wisata ke situs dimana kematian atau penderitaan telah terjadi dan diabadikan. Lokasi ini dapat mencakup situs Holocaust yang kita ketahui sebagai peristiwa pemusnahan hampir seluruh Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman dan kelompoknya selama Perang Dunia II, kemudian situs-situs medan perang, penjara, situs perbudakan, kuburan dan tempat-tempat dimana penderitaan besar yang tragis terjadi.
Menurut Philip Stone, dosen senior di University of Central Lancashire, Dark Tourism secara potensial dapat memberikan pandangan kepada individu dalam masyarakat sekuler untuk membangun kedekatan pribadi secara emosional dengan peristiwa tragis yang berada dalam kesadaran kolektif kita.
Daya tarik wisatawan terhadap kematian bukanlah hal baru. Selama ribuan tahun, orang telah menelusuri kembali ziarah orang-orang kudus agama dan tokoh spiritual yang mengorbankan kehidupannya karena iman mereka. Terbukti dengan banyaknya wisatawan yang mengunjungi Coloseum Romawi kuno, maupun wisatawan yang pergi untuk mempelajari mengapa banyak wanita dihukum mati karena dianggap sebagai penyihir di Salem, As. lalu perjalanan naas Titanic yang masih diperbincangkan orang sampai saat ini.
Perjalanan waktu melalui kunjungan ke memorial akan mengingatkan Anda pada cita-cita masa lampau yang seringkali terlupakan, bertujuan membentuk nilai-nilai yang patut diteladani seperti berkorban bagi orang lain (USS Arizona Memorial), keberanian dalam menghadapi bahaya (Penerbangan 93), berbicara kebenaran dan menjunjung kesetaraan antar sesama (Martin Luther King, Jr), juga kegigihan dalam menghadapi teror konstan (Museum Holocaust).
Walau kenangan memudar dan peristiwa-persitiwa ini sudah berlalu, tetapi masih banyak orang datang ke monumen mencari jawaban mengapa hal yang mengerikan bisa terjadi.
Woro Hartari Trianti


