Selama seratus tahun berikutnya penyebaran Chinoserie terjadi di seluruh dunia barat, melalui fashion, furniture, dan interior, bahkan dalam seni pertunjukkan teater dan opera. Pada interior Amerika, sebuah benda dari Cina dilukis halus dengan tangan. Tehnik ini diterapkan juga pada wallpaper yang diimpor dari Cina. Wallpaper atau kertas lapis dinding diproduksi di Cina secara eksklusif untuk pasar barat pada masa itu, menampilkan motif flora dan fauna yang eksotis dicat dalam warna cemerlang pada kertas sutra. Contoh menakjubkan dari peninggalan bersejarah mural kertas pelapis dinding ini dapat ditemukan di kamar Chinoiserie istana bersejarah di Hellbrunn (Salzburg), Oranienbaum (Rusia), Drottningholm (Swedia), Sans Souci (Potsdam,) dan Schloss Charlottenburg (Berlin.) Begitu menariknya gaya chinoiserie ini bagi masyarakat barat pada abad ke 19 itu, bahkan ada ilustrasi cerita yang menggambarkan di rumah penduduk yang paling bersahaja pun banyak yang berhias mural bunga "rasa Cina": sebuah pagoda di kebun atau sepasang sangkar emas dengan vas porselen biru dan putih.
Untuk masyarakat di negara berkembang yang rindu untuk menjadi bagian dari seluruh dunia, pencampuran budaya timur dan barat adalah ide simbolis yang kuat. Di era ekarang gaya ini sudah dianggap "klasik" dan menjadi bagian dari komponen serbaguna dalam interior kontemporer. Para desainer interior kelas dunia menggabungkan mural chinioserie, perabot, dan aksesori ke dalam karya desain mereka dalam cara-cara baru yang segar.


