Kini, lifestyle sehat tidak hanya melakukan yoga atau pilates, tapi juga dibarengi dengan menu sehari-hari yang melibatkan superfood. Bahan-bahan yang terdengar asing dan tidak murah, masuk dalam daftar belanja wanita modern. Segalanya demi khasiat yang fantastis. Tren yang turut mengemuka berkat selebritas yang beramai-ramai berbagi cerita superfood di media sosial. Smoothies mereka yang ditaburi chia seed, kailan organik yang ditumis menggunakan rice bran oil, taburan flaxseed pada cake vegan. Belum lagi beras hitam yang jauh dari selera kita terhadap beras pulen, kini justru dicari-cari.
CHIA SEED
Biji dari tanaman mint yang banyak tumbuh di Amerika Latin. Mengandung banyak serat, protein, antioksidan, dan lemak tak jenuh. Di sisi lain, bahan ini termasuk gluten free. Meskipun dipromosikan sebagai sumber lemak omega-3, chia seed hanya mempunyai satu dari empat asam lemak omega-3, yaitu ALA (alfa-linolenatalpha-linolenic).
Untuk itu, kandungan lemak baik dalam chia seed tidak bisa disamakan dengan kandungan lemak baik pada ikan salmon. Bahan ini juga baik untuk mereka yang sedang menjalani detoks, karena keampuhannya dalam membantu mengeluarkan racun dari empedu dan usus.
Meski seolah tanpa rasa, bahan ini amat berguna di dapur. Selain menambah nutrisi, chia seed memberikan tekstur kasar yang baik untuk adonan roti atau cookies. Enak juga bila dikonsumsi bersama mentega atau dicampur ke dalam smoothie. Teksturnya akan mengembang seperti selasih bila dicampur ke dalam air putih atau air kelapa.
Seorang guru yoga yang berbasis di Sydney, Nick Arthur, dalam bukunya, Cooking with Chia, menyebutkan bahwa chia seed juga cocok untuk menggantikan telur di dalam adonan kue. Ketika 1 sdm chia seed dicampur dengan 250 ml air, maka konsistensinya seperti konsistensi telur yang bagus sebagai bahan pengikat.
FAKTA UNIK
Chia seed mengandung triptofan yakni satu dari 9 jenis asam amino esensial yang penting untuk mengatur nafsu makan, pola tidur, dan menjaga mood.
ISYANA ATININGMAS


