Selain untuk memberi warna dan memperindah hidangan, bunga juga bisa jadi menyehatkan tubuh karena kandungan nutrisinya. Berbagai daerah sejak dulu sebetulnya biasa menggunakan bunga dalam masakan mereka. Di Indonesia, bunga turi, bunga pepaya, sangat disukai. Orang Romawi menggunakan bunga violet, sementara stuffed squash blossom atau bunga labu parang sangat populer di Italia. Bunga anggrek kini bahkan jadi hidangan yang bergengsi. Biasanya bunga dijadikan campuran dalam salad, digoreng, dan lain-lain.
Kandungan nutrisi yang biasanya terkandung dalam bunga adalah vitamin A dan C, dua vitamin yang bersifat antioksidan. Dalam bukunya: Edible Flowers: From Garden to Palate, Cathy Wilkinson Barash menyarankan agar tak sembarangan memakan bunga, walaupun harumnya menyenangkan.
Beberapa bunga, seperti lavender, mawar, bunga bawang, tulip, bunga matahari, pansi, dandelion, daylily, anggrek, lilac, marigold, bahkan bunga sepatu tergolong aman dikonsumsi. Tapi, bunga seperti alamanda atau bunga trompet, morning glory, azalea, iris, dan lily of the valey mengandung zat beracun sehingga tak bisa dimakan. Selain itu, jika Anda punya alergi serbuk bunga sebaiknya jangan mengonsumsinya. Konsumsi hanya bagian kelopak bunganya, dan bunga yang ditanam tanpa pestisida, jauh dari jalan raya yang tinggi polusi.
DAR


