Pendekatan psikologi jadi landasan dalam membentuk pola makan seseorang. Soal makan, dr. Grace Judio-Kahl, M.Sc, M.H, CHt., dokter yang mendalami
masalah berat badan, neuroscience & behaviour science, hipnoterapi,
dan pendiri klinik penurunan berat badan, menekankan pentingnya makan dengan ’mendengarkan’ kata perut. Menurutnya, tahu tentang kalori saja tapi tidak dapat membedakan kenyang-lapar, akan percuma. Pastikan yang teriak minta makan adalah perut, bukan mata atau pikiran. Selanjutnya, bila lapar, disarankan makan zat pembangun (protein) atau lauk terlebih dahulu. Hindari gula, tepung, lemak, kecuali bila memang sudah banyak gerak. Bila harus makan makanan yang mengandung gula, tepung, lemak, pastikan untuk makan makanan tersebut saat lapar dan cukup sekali sehari, terutama bila banyak gerak. Selalu pilih makanan yang terbaik, bukan sekadar rasa, tapi gizi dan manfaatnya.
Meski judulnya diet remaja, isu yang disampaikan relevan dengan kebanyakan wanita. Anda yang gemar ’menyantap’ buku psikologi populer akan menyukai buku ini, apalagi ada kuis-kuis yang akan membuat Anda memahami diri sendiri. Disajikan dalam bentuk tanya jawab, seolah mewakili pertanyaan dan keingintahuan kita tentang berbagai isu seputar berat badan.
Yang dijanjikan?
Pemahaman tentang diri untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sehingga dapat mengendalikan pola makan dan mendapatkan tubuh sehat dan ideal. Membacanya juga akan membuat Anda memahami sikap yang tepat dalam membentuk pola makan yang sehat bagi keluarga. Sangat bermanfaat jika Anda memiliki anak yang sudah mulai menginjak masa remaja.


