Celebrity
Cara Delevigne, Sempat Menyerah

22 Feb 2016

Kalau melihat rekam jejak Cara, sebetulnya tidak berlebihan bila ia menyebut kesehatan mental menjadi alasan terkuatnya untuk mundur. Dalam acara Women in the World Summit 2015, Cara tak ragu bercerita tentang perjuangannya melawan gangguan jiwa yang ia alami sejak usia sekolah. “Saya pikir saya terlalu keras pada diri sendiri sejak masih di bangku sekolah sehingga pada akhirnya saya mengalami mental breakdown,” ujarnya kepada aktor Rupert Everett yang menjadi pembawa acara.
Kondisi itu menurut Cara pernah membuatnya ingin mati saja. Ia merasa sendiri, sepi, meski pada saat yang bersamaan ia juga merasa beruntung memiliki keluarga dan teman-teman yang sangat baik padanya. Tapi, pikiran positif yang ia coba bangkitkan itu ternyata tidak berguna. “Saya tetap ingin dunia ini menelan saya dan rasanya tak ada yang lebih baik daripada mati,” kenangnya.

Usia 15 tahun, dalam wawancara dengan Vogue, ia sebut sebagai masa-masa rawannya. Saat itu, ketika ia sudah tidak tahan dengan gelombang tekanan, ia membentur-benturkan kepalanya ke pohon. Pada usia 16 tahun, Cara meninggalkan sekolah musiknya untuk mengikuti jejak Poppy Delevingne, kakak perempuannya, terjun ke dunia modeling. 

Padahal, berbeda dengan Kate Moss atau Naomi Campbell yang menjadi model karena masalah finansial, Cara tidak ada persoalan dengan hal itu. Ia terlahir dari keluarga kalangan atas Inggris. Ayahnya, Charles Delevingne, adalah konglomerat properti. Ibunya, Pandora, personal shopper yang juga salah satu konsultan busana untuk Duchess of Cambridge Kate Middleton. Dia dan kedua saudara perempuannya, Poppy dan Chloe Delevingne, tumbuh besar di sebuah mansion di kawasan Belgravia, London, yang termasuk satu dari kawasan hunian mewah di dunia.

Penemu bakat Susan Doukas --anak perempuan pemilik Storm, yang dulu juga penemu Kate Moss-- yang melihat potensi Cara sejak ia masih remaja. Saat itu, Susan sudah menemukan Poppy. Namun, ketika melihat Cara, ia rela menunggu Cara hingga saatnya tiba. Dan, di usia ke-16 itu, Cara memulai kariernya sebagai model. Sebetulnya ia butuh waktu satu tahun untuk mengasah kemampuannya sebelum akhirnya ditemukan oleh Christopher Bailey dari Burberry untuk show yang mengawali kemunculannya sebagai model kelas dunia itu.

Kini, sesudah melambaikan tangan kepada runway, Cara mencoba menekuni bakatnya di dunia akting. Pada tahun 2012, ia mendapatkan peran kecil dalam film Anna Karenina sebagai Princess Sorokina. Ia juga sempat bermain untuk film televisi The Feeling Nuts Comedy Night yang digunakan sebagai penggalangan dana bagi penderita kanker testis. Cara juga menjadi model videoklip Taylor Swift, Bad Blood, yang memecahkan rekor sudah ditonton sebanyak 20,1 juta pada 24 jam pertama penayangannya di Vevo.
 
Karier Cara di dunia akting kian diperhitungkan ketika ia berhasil lolos casting film Paper Towns (2015), yang diadaptasi dari novel John Green. Berperan sebagai Margo, ia menyabet penghargaan di The Teen Choice Awards. Ia juga membintangi Kids in Love, film drama Inggris yang akan segera tayang. 

Ia juga sudah disebut akan menjadi Enchantress, seorang villain dengan kekuatan magis dalam film Suicide Squad, film yang dibuat berdasarkan komik keluaran DC Comics. Bahkan, bersama Rihanna, Cara juga akan bermain dalam film Valerian and The City of Thousand Planets yang proses syutingnya dimulai pada Desember 2015. Meski dikritik tidak memiliki ilmu akting, Cara cuek saja. Ia hanya mengatakan, tidak akan peduli dengan omongan miring orang mengenai kemampuan aktingnya.
Sepertinya, wanita yang belajar memainkan drum sejak usia 13 tahun ini sudah menemukan jalur kariernya yang baru. Dikabarkan, Kendall Jenner juga turut berperan     meyakinkan Cara untuk lebih serius di akting. Kendall dan keluarga Kardashian yang mengatakan bahwa Cara harus memercayai kemampuan dirinya sebagaimana keluarga itu percaya akan kemampuan Cara. 

Kate Hudson juga menjadi teman yang membuatnya berani melangkah. ”Secinta apa pun kita pada Cara di catwalk, namun kami sepakat bahwa ia harus meninggalkan hal yang sudah membuatnya menderita itu,” ujar Kate.

Dikabarkan pula bahwa Kris Jenner ingin menjadi manajer Cara. Kris yang sukses membesarkan nama keluarga Kardashian ini mengatakan bahwa Cara memiliki kesempatan yang baik untuk mengembangkan karier di Amerika. 

Pada ulang tahun Cara ke-23, Agustus 2015, Kris mem-post pesan untuk Cara dengan memanggilnya 'little love' dan menggunakan hashtag 'family'. Tampaknya, Kris memang telah menganggap Cara sebagai putrinya sendiri dan berencana untuk menangani karier baru Cara di industri film. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?