Health & Diet
Bukan Sekadar Stres

17 Nov 2014


dr. A. Kusumawardhani, SpKJ(K), psikiater dari RSCM Kencana yang biasa disapa dr. Agun melihat gejala depresi akibat adjustment disorder lebih rentan dialami seseorang. Dalam kasus yang ringan, biasanya seseorang bisa beradaptasi dalam kurun waktu 3 bulan, meski tanpa pengobatan khusus. Ia masih bisa bekerja dan bersosialisasi di masyarakat, tanpa gangguan yang berarti.

Lantas, apakah wanita lebih rentan mengalami depresi? Menurut dr. Agung, belum ada penelitian yang menunjuk langsung pada hal ini. Tapi, wanita memang rentan mengalami perubahan mood yang drastis karena faktor hormonal. Hal ini disebabkan oleh siklus menstruasi yang memengaruhi  naik turunnya mood. Bagusnya ini hanyalah kondisi sesaat yang pada akhirnya bisa diadaptasi oleh tubuh.
   
Masalahnya saat ini, banyak orang yang tidak menyadari dirinya dilanda depresi atau enggan mengakui. Padahal depresi –apa pun tingkatannya-- sebaiknya segera ditangani, agar tidak berkepanjangan dan akhirnya menyakiti diri sendiri. Depresi yang tergolong ringan tak perlu langsung menemui tenaga profesional, seperti psikiater. Sebagai langkah awal, bisa diatasi dengan penyaluran stres yang baik.  

Mulailah dengan membiasakan diri mengenali suasana perasaan dan proses pikir. Dengan demikian, Anda akan lebih berani mengutarakan perasaan atau suasana pikiran kepada orang terdekat, seperti suami, keluarga, atau teman. Saat itulah hormon-hormon yang keseimbangannya terganggu akibat tekanan atau ketegangan mengalami pemulihan sehingga tidak sempat terakumulasi.

Menurut dr. Agung, gejala depresi bisa diatasi dengan konsultasi melalui psikiater yang dilanjutkan dengan psikoterapi. Dalam terapi ini, pasien akan diajak untuk mengelola pola pikir yang semula cenderung irasional menjadi lebih rasional. “Biasanya dengan terapi jenis ini  pasien bisa menerima alternatif pemikiran yang baru. Gejala depresi seperti ini pun tak memerlukan obat-obatan,” ungkap dr. Agung.

Berbeda dengan gangguan depresi, dijelaskan dr. Agung, gangguan depresi sifatnya episodik, ada di masa rentan waktu tertentu ia mengalami mood yang menurun. Jika diobati kondisinya bisa membaik dan recovery. Tapi, jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, gangguan ini bisa terjadi berulang kali.

Gangguan depresi pengobatannya cukup panjang, antara 5-6 bulan, dan pasien juga harus mengonsumsi obat-obatan. Setelah itu, dokter akan melakukan observasi kembali kepada pasien. Penggunaan obat-obatan dimaksudkan untuk membantu meningkatkan serotonin di otak. Selain itu, mengonsumsi makanan seperti jagung dan keju, disinyalir dapat meningkatkan produksi serotonin di otak.(f)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?