Kata fisioterapi mungkin terasa asing bagi sebagian orang. Tak sedikit yang mengasosiasikannya dengan pijat berdasarkan ilmu medis dan dilakukan di rumah sakit. Menurut Sunarto, SST FT, Sekretaris Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia dan fisioterapis dari Klinik Talitakum Puri Indah Jakarta, memang orang kerap bingung membedakan antara fisioterapi, pijat, dan chiropractic. Ia menjelaskan, fisioterapi merupakan pelayanan kesehatan untuk memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh, baik menggunakan peralatan khusus atau secara manual. Pijat dan chiropractic merupakan sebagian dari metode yang digunakan dalam fisioterapi.Fisioterapi adalah bagian dari rehabilitasi medis. Karenanya, dalam menjalankan tugasnya, seorang fisioterapis bekerja sama antara lain dengan dokter umum, dokter spesialis rehabilitasi medis, dokter spesialis ortopedi, atau dokter spesialis saraf untuk menentukan penanganan yang tepat.
Saat seseorang datang dengan keluhan tertentu, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan mempelajari riwayat kesehatan dan mengevaluasi fisik pasien. Untuk memastikan penyebab keluhan, tak jarang dibutuhkan pemeriksaan penunjang, seperti foto rontgen, magnetic reconance imaging (MRI), ultrasonografi (USG), CT-scan tulang belakang, atau electromyography (EMG) untuk mengetahui penyebab pastinya.
Setelah terdiagnosis penyebabnya dan dokter merasa perlu dilakukan fisioterapi, maka dokter akan memberi rujukan kepada pasien untuk melakukan fisioterapi tertentu. Fisioterapi jadi semacam ‘obat’ untuk menunjang penyembuhan pasien.
Program fisioterapi bisa dirancang oleh dokter maupun fisioterapis yang bekerja sama dengan dokter. Metode, frekuensi, dan lamanya fisioterapi disesuaikan dengan kondisi pasien. Pada kasus yang ringan, dua sampai tiga kali sesi fisioterapi selama satu jam mungkin sudah cukup. Tapi, pada kondisi yang parah, bisa lebih lama dan banyak. Pelaksanaan fisioterapi dilakukan oleh seorang fisioterapis, namun perkembangannya tetap di bawah pengawasan dokter.
Ada banyak macam metode fisioterapi, seperti terapi latihan yang sifatnya manual dan tidak memerlukan peralatan khusus. Saat terapi latihan, pasien bisa pasif (terapis yang menggerakkan tubuh pasien) atau aktif (pasien menggerakkan tubuh sendiri dengan panduan terapis), misalnya menggerakkan tangan atau kaki. Ada juga terapi yang menggunakan alat-alat khusus yang menghasilkan panas, listrik, serta gelombang suara (ultrasound). Ada pula terapi yang menggunakan media air dan dilakukan di kolam (hydro therapy). Dokter dan fisioterapis akan menentukan mana yang tepat bagi pasien.
Fisioterapi bisa dilakukan di rumah sakit, bisa juga di klinik khusus fisioterapi, bahkan di rumah. Fisioterapis biasanya akan mengajarkan kepada pasien, keluarga, atau perawat pribadi pasien beberapa gerakan sederhana untuk dilakukan sendiri di rumah. Ini akan membantu mempercepat penyembuhan. Seorang fisioterapis juga akan mengajarkan bagaimana memperbaiki postur tubuh.


