Setelah rajin mengonsumsi buah dan sayuran, mengurangi makanan yang digoreng, dan mengganti camilan dengan ubi dan singkong rebus serta buah-buahan, kulit dan pencernaan terasa lebih baik. "Prinsipnya, tubuh kita butuh pola makan yang sehat dan seimbang. Sehat artinya makanan yang dimakan makin dekat dengan bentuk aslinya di alam (makin sedikit campur tangan manusia apalagi industri, makin baik). Seimbang artinya tiap kali makan ada imbangan karbohidrat, protein, dan lemak," ujar dr. Tan Shot Yen, dari Dr. Tan Wellbeing Clinics & Remanlay Special Need's Health.
Tubuh Anda mungkin sedang kegirangan karena si empunya tubuh mulai beralih ke makanan sehat. Tapi hati-hati, prinsip seimbang pun kali ini perlu diperhatikan. Sebab, jika Anda hanya mengonsumsi buah dan karbohidrat berpati sebagai camilan, tanpa adanya protein, maka dalam jangka panjang bisa menjadi masalah.
Pertama, buah manis kaya akan fruktosa yang tergolong gula sederhana. Kegemukan bisa terjadi pada orang-orang yang kebablasan menggunakan buah sebagai camilan. Begitu juga karbohidrat berpati (walaupun diberi istilah karbohidrat kompleks), seperti ubi, singkong, kentang, jagung, dan talas. Proses pengukusan dan perebusan dapat meningkatkan indeks glikemik (kecepatan karbohidrat diubah menjadi gula) pada umbi.
Kiatnya: gandeng karbo buah atau umbi dengan protein. Misal: bekal otak-otak tenggiri dengan buah, atau buatlah siomay kentang diisi ikan atau ayam cincang. "Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki pola makan, karena bagaimanapun pola makan yang sehat seimbang adalah bagian dari gaya hidup yang memengaruhi kesehatan," tutup dr. Tan Shot Yen, dari Dr. Tan Wellbeing Clinics & Remanlay Special Need's Health. (f)


